ADP: Suara Rakyat Bukan Ancaman, Negara Harus Hadir Melindungi

\nJakarta, 17 September 2025 — Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP), organisasi dosen alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan anggota yang mencapai ribuan orang di berbaga...

ADP: Suara Rakyat Bukan Ancaman, Negara Harus Hadir Melindungi
Bacakan Artikel
\n

Jakarta, 17 September 2025 — Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP), organisasi dosen alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan anggota yang mencapai ribuan orang di berbagai perguruan tinggi tanah air, menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait gejolak politik dan sosial yang berlangsung pada Agustus 2025.

\n\n\n\n

Pernyataan tersebut dibacakan oleh Ketua Umum Prof. Dr. Abdurrahman Mas’ud bersama Sekretaris Umum Dr. A. Luthfi Hamidi di Jakarta, bersama sejumlah jajaran pimpinan ADP. Dalam dokumen sikapnya, ADP menilai bahwa dinamika politik dan gelombang aksi massa yang muncul bulan lalu bukan sekadar ekspresi spontan masyarakat, melainkan akumulasi kegelisahan publik terhadap kebijakan negara yang dinilai menyimpang dari amanat konstitusi dan cita-cita reformasi.

\n\n\n\n

“Pergulatan demokrasi tidak boleh dibalas dengan tindakan represif, dan suara rakyat tidak boleh diperlakukan sebagai ancaman,” tegas Prof. Mas’ud dalam pernyataan yang diterima media.

\n\n\n\n

Isi Pernyataan ADP

\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, ADP menegaskan sepuluh butir sikap penting:

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2