News and Education Versi penuh
Tangerang Raya

Aksi Tanam Pohon DLH Tangsel Bersama Mahasiswa dan Ratusan Siswa Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 melalui aksi penanaman pohon bersama mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan ratusan siswa SDN Pondok Cabe Ilir 01. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata respons terhadap krisis lingkungan global (triple planetary crisis) yang meliputi perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran.

Oleh Adm 12 Jun 2026 11:34 4 menit baca

TANGERANG SELATAN-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 melalui kegiatan penanaman pohon. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta melibatkan ratusan siswa-siswi SDN Pondok Cabe Ilir 01, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Jumat (12/6/2026).

Kepala DLH Kota Tangsel, Bani Khosyatullah, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini tidak dapat dilepaskan dari peringatan global yang disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia pada 6 Juni 2026. Dalam pernyataannya, Menteri menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, serta pencemaran lingkungan. Ketiga krisis tersebut bukan lagi sekadar potensi ancaman di masa depan, melainkan telah menjadi realitas yang dihadapi saat ini.

“Menghadapi kondisi tersebut, Bapak Menteri menyerukan pentingnya sebuah ‘pertobatan ekologis’. Konsep ini merupakan panggilan mendalam bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengubah cara pandang sekaligus pola hidup dalam berinteraksi dengan alam. Menjaga lingkungan hidup bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban moral dan sosial demi melindungi masa depan generasi penerus,” ujarnya, di dampingi Kepala Bidang Tata Lingkungan, DLH Kota Tangsel Doni Herawan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menerjemahkan konsep pertobatan ekologis tersebut ke dalam aksi nyata di tingkat lokal. Dalam konteks Kota Tangerang Selatan, DLH bersama HMPS Manajemen Pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkolaborasi melaksanakan kegiatan penanaman pohon sebagai salah satu bentuk implementasi dari lima langkah strategis yang diamanatkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Kegiatan penanaman pohon ini memiliki tujuan ekologis yang signifikan, antara lain untuk memperkuat ketahanan iklim, menjaga ketersediaan sumber daya air, mencegah potensi banjir, serta meningkatkan kapasitas penyerapan karbon di lingkungan perkotaan.

“Mari kita tunjukkan bahwa Kota Tangerang Selatan siap mengambil peran sebagai bagian dari solusi terhadap perubahan iklim, dimulai dari langkah-langkah konkret di lingkungan terdekat kita,” ajaknya.

DLH Kota Tangsel juga memberikan apresiasi kepada SDN Pondok Cabe Ilir 01 yang telah berperan aktif dalam menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini kepada peserta didik. Kegiatan ini dinilai sebagai upaya strategis dalam membangun kesadaran ekologis generasi muda.

“Pohon yang ditanam hari ini tidak hanya berfungsi untuk menghijaukan dan memberikan keteduhan, tetapi juga menjadi simbol investasi oksigen serta masa depan lingkungan yang lebih bersih bagi anak-anak kita menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Partisipasi aktif siswa, guru, dan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Upaya tersebut turut berkontribusi dalam menekan emisi karbon, sekaligus mendorong seluruh institusi di wilayah Tangerang Selatan untuk berkolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya melalui pengurangan sampah dalam aktivitas sehari-hari.

Sebagai sekolah berbasis Adiwiyata, SDN Pondok Cabe Ilir 01 telah membiasakan ratusan siswanya untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan secara konsisten. Dukungan orang tua terhadap lingkungan sekolah yang bersih dan sehat turut memperkuat implementasi program tersebut. Setiap hari, siswa mengikuti jadwal khusus yang mendorong perilaku cinta lingkungan.

Kepala SDN Pondok Cabe Ilir 01, Warjoko, menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya juga menjadi percontohan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) oleh puskesmas dan Dinas Kesehatan, sekaligus menerapkan sistem penjaminan mutu internal. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak.

“Setiap hari terdapat jadwal pembiasaan perilaku cinta lingkungan. Siswa dibiasakan menerapkan disiplin, seperti membawa tumbler untuk mengurangi sampah plastik. Lingkungan sekolah juga ditata dengan konsep vertical garden, sehingga menciptakan suasana yang bersih, hijau, dan sejuk,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang meriah dan penuh antusiasme sejak pagi hingga selesai. Para siswa tampak aktif berinteraksi serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap isu-isu lingkungan. Mereka tidak hanya diajarkan cara menanam pohon, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai teknik perawatan tanaman yang baik dan berkelanjutan.

Dalam sesi edukasi, pemateri Yosi Fitria Yeni mengajak siswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap bumi melalui langkah-langkah sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi produksi sampah, serta merawat tanaman sebagai bagian dari upaya penghijauan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan yang terintegrasi dengan praktik langsung mampu membangun kesadaran ekologis sejak dini, sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat dalam menjawab tantangan lingkungan global. (adv).

 

Topik terkait
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 DLH Tangerang Selatan Aksi tanam pohon Perubahan iklim Triple planetary crisis Sekolah Adiwiyata HMPS UIN JAKARTA DKH KOTA TANGSEL