APINDO Teken MoU Bersama Sejumlah Mitra, Dukung Hilirisasi Rumput Laut dan Ekonomi Biru Indonesia

\nMendukung hilirisasi komoditas strategis untuk pertumbuhan ekonomi biru nasional yang berkelanjutan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama sejumlah mitra yang terdi...

APINDO Teken MoU Bersama Sejumlah Mitra, Dukung Hilirisasi Rumput Laut dan Ekonomi Biru Indonesia
Bacakan Artikel
\n

Mendukung hilirisasi komoditas strategis untuk pertumbuhan ekonomi biru nasional yang berkelanjutan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama sejumlah mitra yang terdiri dari Standard Chartered, Conservation International, dan Konservasi Indonesia secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung pelaksanaan Indonesia Seaweed Initiative, sebuah inisiatif lintas sektor sebagai country-led initiative Indonesia.

\n\n\n\n

Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani mengatakan dengan hanya 0,8% lahan rumput laut potensial yang dimanfaatkan dan sebagian besar produk diekspor dalam bentuk bahan mentah, dibutuhkan terobosan dalam membangun ecosystem enabler yang mengintegrasikan riset, pembiayaan, infrastruktur, dan inovasi industri.

\n\n\n\n

“Hilirisasi rumput laut membutuhkan lebih dari sekadar industrialisasi produk - yang krusial adalah membangun ecosystem enabler yang mengintegrasikan riset terapan, infrastruktur logistik, pembiayaan inovatif, serta transfer teknologi bagi petani,” katanya di Jakarta, Sabtu (10/10/2025).

\n\n\n\n

Inisiatif ini merupakan awal kerja sama strategis sektor privat, institusi keuangan, NGO, dan asosiasi bisnis untuk menjawab kesenjangan antara potensi besar industri rumput laut Indonesia dan kondisi aktual di lapangan yang masih memerlukan penguatan ekosistem, integrasi, dan peningkatan nilai tambah.

\n\n\n\n

“APINDO mendorong terbentuknya roadmap bersama lintas sektor yang menempatkan rumput laut sebagai komoditas strategis, tidak hanya untuk meningkatkan nilai tambah ekspor, tetapi juga untuk memperkuat rantai pasok domestik, mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri, dan membuka akses pasar global dengan standar keberlanjutan,” sambungnya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: