Portal Berita Terpercaya - harianrakyat.id
https://mail.harianrakyat.id/dlh-tangsel-dan-uin-jakarta-bersinergi-ajak-mahasiswa-peduli-lingkungan
Rilis: Rabu, 30 September 2026

DLH Tangsel dan UIN Jakarta Bersinergi Ajak Mahasiswa Peduli Lingkungan

DLH Kota Tangerang Selatan bersama Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengajak mahasiswa meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui Panggung Mufassir National Quranic & Environmental Youth Festival 2026. Kolaborasi tersebut mendorong perubahan perilaku, pengelolaan sampah mandiri, serta keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan.

DLH Tangsel dan UIN Jakarta Bersinergi Ajak Mahasiswa Peduli Lingkungan
Staf Ahli Wali Kota Tangsel Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), H. Ika (ketiga dari kanan) menyerahkan bantuan tanaman secara simbolis disaksikan oleh para narasumber dan jajaran Civitas Akademika Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Bacakan Artikel

TANGSEL – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ajakan tersebut disampaikan melalui Panggung Mufassir National Quranic & Environmental Youth Festival 2026 yang berlangsung di Ruang Teater H.A.R. Partosentono, lantai 4 Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Staf Ahli Wali Kota Tangsel Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), H. Ika, saat membuka kegiatan mengatakan, setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga alam. Sebab, keberlangsungan kehidupan manusia sangat bergantung pada kondisi lingkungan.

“Bukan alam membutuhkan kita. Tapi kita membutuhkan alam,” pesannya di hadapan para mahasiswa.

Menurutnya yang mewakili Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Tangsel memiliki Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang dengan luas sekitar 4,5 hektare. Namun, kapasitas tersebut tidak lagi mencukupi untuk menampung timbulan sampah dari 54 kelurahan di Tangsel.

Karena itu, pemerintah melakukan penambahan lahan sekitar 3 hektare yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan sampah menjadi energi listrik.

“Dan itu bukan solusi akhir. Oleh sebab itu, mari kita peduli dengan sampah. Ini menjadi tugas kita semua. Jika satu sama lain bisa berkontribusi, Insya Allah bumi kita akan selamat dari berbagai ancaman,” ujarnya.

Ika menilai, kegiatan Panggung Mufassir dapat menjadi ruang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui pengetahuan dan kesadaran lingkungan. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, komunitas dan generasi muda.

“Tentu pemerintah sebagai fasilitator menyediakan PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik). Kami mengajak untuk menjaga lingkungan dan mewariskan bumi yang layak agar anak cucu kita tetap hidup sehat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Green Campus UIN Jakarta, Prof. Dr. Hendrawati, mengatakan kampus turut mengambil bagian dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dengan mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri.

Berbagai sosialisasi, pelatihan dan kegiatan lingkungan terus dilakukan kepada sivitas akademika. Salah satunya melalui pemilahan sampah organik dan anorganik di lingkungan kampus.

“Kami turut membantu tugas pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan sehingga beban pemerintah dalam mengelola sampah dapat berkurang. Di lingkungan UIN, kami telah melakukan pengolahan sampah secara mandiri dengan memilah sampah organik dan anorganik,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan DLH Kota Tangsel, Suzanthi Aprilia, mengatakan persoalan sampah di Tangsel juga berkaitan dengan alih fungsi lahan yang berdampak terhadap lingkungan.

Ia mengajak mahasiswa untuk mulai mengubah kebiasaan sehari-hari sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.

“Mari jaga lingkungan dengan mengubah kebiasaan sehari-hari, dimulai dari tidak membuang sampah sembarangan. Kami menekankan bahwa kesadaran harus tumbuh dari diri sendiri. Setiap manusia menghasilkan sampah dan kita bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan,” tegasnya.

Sementara itu, Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tangsel, Megawati, mengatakan pemerintah juga terus mendukung gerakan pemuda dalam menjaga lingkungan melalui berbagai program dan pelatihan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda agar semakin kreatif, aktif, dan konsisten dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan positif.

Melalui sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas dan generasi muda, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan ini juga DLH turut menyerahkan bantuan pohon rindang dan pohon buat. Pohon tersebut bakal ditanam di lingkungan UIN Jakarta sebagai aksi menjaga bumi agar tetap lestari. (adv)