News and Education Versi penuh
Tangerang Raya

Dosen Universitas Pembangunan Jaya Bintaro Kembangkan Gereja Digital, Administrasi Jemaat Masuk Era Urban Masa Depan

\n\n\n\n\nUniversitas Pembangunan Jaya berkolaborasi  dengan Gereja Kristen Indonesia Maleo Raya untuk menghadirkan gereja digital berbasis web. Kolaborasi ini lahir melalui program H...

Oleh Adith 18 Dec 2025 10:19 3 menit baca
\n

Universitas Pembangunan Jaya berkolaborasi  dengan Gereja Kristen Indonesia Maleo Raya untuk menghadirkan gereja digital berbasis web. Kolaborasi ini lahir melalui program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat BIMA 2025 dan menjawab kebutuhan pengelolaan administrasi jemaat yang lebih rapi, aman, dan terintegrasi di kawasan urban Tangerang Selatan. 

\n\n\n\n

Tim dosen Program Studi Sistem Informasi UPJ mengembangkan aplikasi web administrasi jemaat yang saat ini telah digunakan dalam versi beta. Sistem ini menyatukan data jemaat, pelayanan, dan kegiatan gereja dalam satu platform digital. Langkah ini memudahkan pengurus gereja mengelola data dan mempercepat proses pelaporan. 

\n\n\n\n

Ketua tim pengabdian, Marcello Singadji, S.Kom., M.T., dosen Program Studi Sistem Informasi UPJ, menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan organisasi sosial di kota yang terus berkembang. “Di lingkungan urban, kecepatan dan akurasi data sangat penting. Aplikasi ini membantu gereja beradaptasi dengan pola kerja digital yang lebih efisien,” ujarnya. 

\n\n\n\n

Pengembangan sistem dilakukan secara bertahap, mulai dari asesmen kebutuhan, perancangan basis data, pengujian aplikasi, hingga pelatihan pengguna. Tim UPJ juga menyusun standar operasional prosedur administrasi gereja serta memberikan pelatihan literasi digital kepada 25 peserta jemaat. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman digital peserta meningkat hingga 85 persen. 

\n\n\n\n
\n\n\n\n

Keterangan Foto: Universitas Pembangunan Jaya berkolaborasi  dengan Gereja Kristen Indonesia Maleo Raya untuk menghadirkan gereja digital berbasis web./foto Dok UPJ

\n\n\n\n

Dari sisi pengguna, pengurus GKI Maleo Raya merasakan dampak langsung dari sistem ini. “Data jemaat sekarang lebih tertata dan koordinasi pelayanan jadi lebih cepat. Kami tidak lagi bergantung pada banyak file terpisah,” ujar Pnt. Atjie Kaya. 

\n\n\n\n

Mahasiswa UPJ yang terlibat dalam program ini juga memperoleh pengalaman nyata. Salah satu mahasiswa peserta mengatakan keterlibatan di lapangan membuka pemahaman baru tentang peran teknologi di masyarakat. “Kami belajar bahwa teknologi bisa memberi dampak sosial langsung. Ini bukan soal aplikasi saja, tapi bagaimana sistem membantu komunitas beradaptasi dengan masa depan,” ujarnya. 

\n\n\n\n

Program ini menghasilkan aplikasi web administrasi jemaat, SOP digitalisasi, video tutorial, serta draf artikel ilmiah untuk jurnal pengabdian nasional. Dengan dukungan LP2M UPJ, model ini direncanakan untuk diterapkan di gereja mitra lain di Tangerang Selatan. 

\n\n\n\n

Ketua LP2M UPJ, Dr. Edi Purwanto, M.M., menegaskan bahwa transformasi digital perlu menjangkau berbagai sektor. “Kota masa depan membutuhkan lembaga sosial yang adaptif. Inisiatif ini membuktikan bahwa teknologi dapat memperkuat tata kelola organisasi keagamaan di lingkungan urban,” ujarnya. 

\n\n\n\n

Kolaborasi UPJ dan GKI Maleo Raya menegaskan peran kampus urban sebagai penggerak solusi masa depan. Transformasi digital tidak hanya milik industri, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan komunitas di kota.

\n\n\n\n

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini merupakan bagian dari program Hibah BIMA 2025 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada kontrak resmi Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025. (adt)

\n
Topik terkait
UPJ Upj bintaro