News and Education Versi penuh
Tangerang Raya

Gelar Reses ke-3, Wakil Ketua DPRD Andri Permana Serap Aspirasi Warga 

\n\n\n\n\nDPRD Kota Tangerang kembali menggelar reses ke-3 masa sidang tahun 2024–2025. Kali ini, kegiatan serap aspirasi rakyat itu berlangsung di RT 02 RW 11, Kelurahan Tanah Tinggi, Kec...

Oleh Adith 11 Jun 2025 00:52 3 menit baca
\n

DPRD Kota Tangerang kembali menggelar reses ke-3 masa sidang tahun 2024–2025. Kali ini, kegiatan serap aspirasi rakyat itu berlangsung di RT 02 RW 11, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Selasa (10/6/2025). Reses ini menjadi momentum penting bagi para wakil rakyat untuk turun langsung ke masyarakat, mendengarkan keluhan dan harapan warga di Daerah Pemilihan (Dapil) I.

\n\n\n\n

Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, ”Andri S Permana, memimpin jalannya reses dengan menyerap sejumlah isu krusial yang disampaikan warga, mulai dari persoalan infrastruktur, pendidikan, hingga penanganan banjir dan pengelolaan sampah.

\n\n\n\n

“Reses merupakan bentuk pertanggungjawaban politik anggota dewan kepada masyarakat. Melalui forum ini, kami menghimpun aspirasi yang akan diperjuangkan sebagai dasar dalam perencanaan program dan kegiatan pemerintah daerah,” kata Andri dalam sambutannya.

\n\n\n\n

Politikus PDI Perjuangan ini menyampaikan terima kasih atas antusiasme masyarakat yang hadir dan aktif menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka. Ia memastikan, meski tahun anggaran 2025 telah memasuki tahap perencanaan, masih tersedia ruang kebijakan untuk mengakomodasi sejumlah aspirasi melalui mekanisme APBD Perubahan di akhir tahun.

\n\n\n\n

“Kebanyakan keluhan warga selalu kembali pada persoalan infrastruktur. Ini menjadi indikator jelas bahwa pelayanan dasar seperti jalan lingkungan, drainase, hingga sarana umum lainnya masih belum merata,” kata Andri.

\n\n\n\n

Ia berkomitmen menjadikan infrastruktur sebagai prioritas perjuangannya di DPRD.

\n\n\n\n

Selain infrastruktur, masalah fasilitas pendidikan menjadi sorotan serius. Menurut Andri, banyak warga di wilayah Tanah Tinggi yang kesulitan mendapatkan akses sekolah, terutama karena aturan zonasi dan keterbatasan jumlah sekolah di sekitar pemukiman.

\n\n\n\n

“Saat ini sangat sulit mencari lahan sekolah di wilayah ini. Banyak anak-anak kita yang harus bersekolah ke luar daerah tapi terhambat aturan zonasi. Maka jika ada lahan yang memungkinkan, saya akan perjuangkan untuk didirikan fasilitas pendidikan baru,” tegasnya.

\n\n\n\n

Andri menegaskan bahwa perjuangannya di parlemen akan difokuskan pada hal-hal yang memberikan dampak langsung dan luas bagi masyarakat.

\n\n\n\n

“Prioritas saya, selama itu menyangkut hajat hidup orang banyak dan bermanfaat, akan saya perjuangkan habis-habisan,” tegasnya.

\n\n\n\n

Dalam sesi dialog, Ketua RT 02 RW 07, Ahmad Nahrawi, menyampaikan sederet persoalan yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah besar di wilayah Kelurahan Tanah Tinggi.

\n\n\n\n

“Permasalahan pertama yang paling krusial adalah soal banjir. Gorong-gorong di sejumlah titik belum terrealisasi pembangunannya. Kedua, banyak jalan lingkungan yang rusak parah, padahal sudah diusulkan dalam musrenbang,” jelasnya.

\n\n\n\n

Ahmad juga menyoroti lemahnya literasi masyarakat soal bantuan pendidikan seperti KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan PIP (Program Indonesia Pintar). Banyak orang tua murid, katanya, hanya mendengar nama program tersebut tanpa tahu bentuk, fungsi, maupun cara mengaksesnya.

\n\n\n\n

“Warga seperti hanya sekadar tahu kartu KIP, tapi tak tahu bagaimana cara menggunakannya. Harus ada edukasi langsung,” ujarnya.

\n\n\n\n

Masalah lain yang tak kalah mendesak adalah soal kesehatan anak dan gizi buruk (stunting). Ahmad menyebut bahwa wilayahnya sempat memiliki angka stunting yang cukup tinggi, dan berharap ada program kesehatan yang lebih nyata di tingkat kelurahan.

\n\n\n\n

“Gizi buruk masih menjadi masalah nyata di kampung kami. Kami harap Pak Andri bisa bantu realisasikan program kesehatan yang konkret,” imbuhnya.

\n\n\n\n

Tak hanya itu, Ahmad menyoroti persoalan kebersihan lingkungan. Menurutnya, setelah Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di wilayah Tanah Tinggi dibongkar, penanganan sampah menjadi terbengkalai.

\n\n\n\n

“Sampah sekarang menumpuk karena TPS sudah tidak ada. Di jalan utama mungkin cepat diangkut, tapi di dalam kampung menumpuk. Kami minta tambahan armada kebersihan, baik itu gerobak maupun kendaraan roda empat,” ujarnya.(adt)

\n
Topik terkait
Pemkot Tangerang DPRD Kota Tangerang