Jabrul Khathir, Menyembuhkan Luka Sesama

\nSuasana Jumat di Masjid Al-Mujahidin, Pamulang, terasa hangat dan khidmat ketika Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, naik mimbar sebagai khatib (7/12)....

Jabrul Khathir, Menyembuhkan Luka Sesama
Bacakan Artikel
\n

Suasana Jumat di Masjid Al-Mujahidin, Pamulang, terasa hangat dan khidmat ketika Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, naik mimbar sebagai khatib (7/12).

\n\n\n\n

Dalam khotbahnya yang bertema “Jabrul Khathir, Keteladanan Sang Nabi”, beliau mengajak jemaah untuk meneladani salah satu akhlak mulia Rasulullah Saw yang kerap terlupakan, yakni kepekaan terhadap perasaan orang lain.

\n\n\n\n

Menurut khotib, jabrul khathir berarti upaya menghibur, menenangkan, dan membahagiakan hati orang lain, terutama mereka yang sedang berduka, terabaikan, atau kehilangan semangat hidup. “Ini adalah akhlak kecil dengan dampak besar,” ujar Prof. Tholabi.

\n\n\n\n

“Ia mungkin tak membutuhkan harta, tapi mampu menumbuhkan kasih, persaudaraan, dan kekuatan moral dalam masyarakat.”

\n\n\n\n

Beliau kemudian menceritakan kisah tentang Zahir bin Haram, sahabat dari suku Badui yang memiliki hubungan istimewa dengan Rasulullah Saw. Zahir, yang hidup sederhana dan jauh dari pusat kota Madinah, sering membawa hasil bumi untuk Nabi.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2