Jalan Terjal Kepemimpinan Prabowo-Gibran

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nHARIANRAKYAT.ID, JAKARTA -Belum genap satu semester masa pemerintahan presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran, badai datang bertubi-tubi mengoyak fondasi pemerintahan yang...

Jalan Terjal Kepemimpinan Prabowo-Gibran
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Membaca Dialektika Sosial

\n\n\n\n

Konsep dialektika bagi sebagian kalangan intelektual barangkali sudah bukan menjadi sesuatu yang asing. Ini lantaran istilah ini kerap dipergunakan baik untuk sekadar merujuk pada gejala konflik sosial yang terjadi di masyarakat ataupun merujuk pada sebuah proses sosial yang melibatkan dinamika konflik-integrasi dalam skala luas.

\n\n\n\n

Namun demikian, secara terminologis, dialektika merupakan sebuah konsep yang merujuk pada kondisi kontradiksi dalam suatu entitas yang sama untuk terus mencari penyesuaian baru.

\n\n\n\n

Dalam hukum dialektika ini, tesis, antitetis dan sintetis merupakan komponen penting yang menggambarkan proses perubahan kualitatif dalam sebuah hukum perubahan.

\n\n\n\n

Tesis merupakan sebuah ide, pangkal, titik tolak, proposisi intelektual, keadaan mula-mula dan sebagainya. Sementara antitetis merupakan negasi atau lawan dari tesis itu sendiri yang berarti reaksi, benturan, penyangkalan, perlawanan, peniadaan, penolakan dan seterusnya yang merupakan oposisi terhadap tesis.

\n\n\n\n

Lalu proses tesis-antitesis akan melahrikan sisntesis, yakni rekonsiliasi, perdamaian, hasil, consensus dan sebagainya.

\n\n\n\n

Dalam kontesk dialektika sosial, istilah ini banyak mengambil inspirasi dari seorang filsuf terkemuka asal Jerman Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Hegel merupakan salah satu filsuf pasca Plato dan Aristoteles yang paling disegani, kalau bukan satu-satunya yang paling berpengaruh hingga abad ini.

\n\n\n\n

Lalu, dalam perkembangannya, konsepsi dialektika Hegel ini mulai diadaptasi dan dikembangkan oleh sosiolog paling berpengaruh dunia, Karl Marx dalam konsepsi Dialektika Materialisme Histroris.

\n\n\n\n

Jika Hegel cenderung menggambarkan konsepsi dialektika pada tataran idea (ide absolut) yang mula-mula terasing dan akhirnya mewujud dalam rupa dan bentuk negara, maka Marx mencoba mendaratkan dialektika pada arena pertarungan basis (ekonomi) dan suprastruktur (ideologi).

\n\n\n\n

Dialektika Marx memang banyak mengundang pengikut karena mendaratkan hukum pertentangan ini dalam medan yang lebih aktual dan konkrit.

\n\n\n\n

Lantas bagaimana pembacaan kita terhadap dialektika sosial yang kini tengah terjadi di tengah-tengah masyarakat?

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: