Membaca Mens Rea: Komedi dan Kritik Sosial

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nRuang publik (public sphere) sejatinya memang diperuntukkan bagi percakapan mengenai perkara dan kepentingan masyarakat.\n\n\n\nSejak awal, fungsi ruang publik memang untuk memba...

Membaca Mens Rea: Komedi dan Kritik Sosial
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Melalui humor yang dihasilkan, kritik yang tajam tak jarang disampaikan tanpa harus tampil dalam wajah yang agresif.

\n\n\n\n

Di sinilah fungsi komedi dalam memainkan peran paradoksal: ringan dalam bentuk, tetapi berat dalam makna.

\n\n\n\n

Membedah \'Mens Rea\' Pandji

\n\n\n\n

Jika di awal telah disinggung mengenai salah satu fungsi komedi adalah kritik sosial, maka pertunjukan Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono harus dilihat dalam makna yang serupa.

\n\n\n\n

Mens Rea memposisikan dirinya sebagai komedi reflektif dengan meminjam istilah hukum pidana (mens rea) atau niat batin sebagai kerangka kritik.

\n\n\n\n

Dalam poin ini, Pandji sebagai seorang comedian Indonesia yang dikenal vokal dan kritis tidak hanya sedang memberikan hiburan kepada penonton, melainkan dibalut dengan kritik-kritikan tajam yang membuat target kelabakan.

\n\n\n\n

Mens Rea adalah bukan sebatas panggung hiburan yang mencipta tawa, tapi juga medium yang bertujuan mengajak penonton berpikir kritis, skeptis, dan konfrontatif.

\n\n\n\n

Salah satu kontroversi yang coba disorot publik adalah materi tentang kritik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

\n\n\n\n

Yang dipersoalkan beberapa pihak, bukan karena kritik publik yang dilepaskan Pandji, melainkan serangan ke ranah privasi.

\n\n\n\n

Mereka tidak keberatan jika Pandji mengritik apa yang menjadi ranah kritik publik (kinerja, jabatan, performasi, capaian, program, kebijakan, dll.).

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: