Menteri PPPA Ajak Orangtua dan Anak Hidupkan Kembali Dolanan Tradisional

\nJakarta (20/7/2025) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi membuka kegiatan Car Free Day (CFD) dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2...

Menteri PPPA Ajak Orangtua dan Anak Hidupkan Kembali Dolanan Tradisional
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional kepada generasi Z dan Alpha. Permainan seperti congklak, gangsing, damdaman, galasin, hingga lompat tali karet diperagakan anak-anak sebagai alternatif hiburan sehat yang mengurangi ketergantungan pada gadget.

\n\n\n\n

Menteri PPPA menyerukan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam perlindungan anak. Ia mengingatkan tanggung jawab melindungi anak tidak hanya milik negara, tetapi juga tanggung jawab orang tua, guru, komunitas, dan masyarakat luas.

\n\n\n\n

“Momentum ini penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan ramah bagi anak-anak. Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya HAN 2025. Di antaranya kementerian/lembaga, organisasi masyarakat, media, relawan, serta mitra dunia usaha yang aktif berkontribusi seperti Bank BCA, BRI, Mandiri, Grab, Milk Life, Yakult, Danone Indonesia, Lemonilo, PT PNM, TMII, APPNIA, APSAI, Seruni, Yayasan Sumadi, dan PINTI. Kehadiran mereka memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor yang juga peduli terhadap masa depan anak-anak Indonesia,” pungkas Menteri PPPA.

\n\n\n\n

Sementara itu, Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP), Selvi Gibran Rakabuming yang turut hadir juga mengatakan pentingnya perayaan HAN tidak hanya terpusat di satu kota, tetapi dapat dirayakan secara merata di seluruh Indonesia. Ia menyambut tagline \"Anak Indonesia, Kita Bersaudara\" dan mengajak semua pihak untuk merayakan semangat kebersamaan ini di setiap sekolah dan daerah, agar anak-anak dari berbagai wilayah merasakan makna perayaan ini secara langsung.

\n\n\n\n

“Mari kita hidupkan kembali permainan tradisional yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan kreativitas. Permainan tradisional seperti bola bekel, petak umpat, dan gobak sodor sebagai bagian dari kekayaan budaya yang mulai dilupakan oleh generasi muda. Permainan ini bukan hanya hiburan, tapi juga membentuk karakter anak-anak Indonesia. Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk mengenalkan kembali budaya lokal kepada anak-anak sejak dini,” ujar Selvi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: