Menyongsong Fajar Perdamaian AS-Iran

Konflik Amerika Serikat–Iran yang sejak Februari 2026 memicu krisis global, terutama di sektor energi dan ekonomi.

Menyongsong Fajar Perdamaian AS-Iran
IRAN-Amerika Serikat
Bacakan Artikel

Perdamaian Iran-AS adalah sinyal penting bagi stabilitas ekonomi dunia. Hal ini berarti peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama pembangunan semakin terbuka lebar, sehingga siapa cepat dialah yang akan mendapatkannya.

Selain itu, terlepas dari kabar gembira tersebut, pemerintah, seperti belajar dari pengalaman yang ada, tetap menjaga kewaspadaan. 

Berkaca dari pengalaman yang ada, perdamaian internasional selalu menjadi agenda yang dinamis, bahkan tidak jarang berujung pada ketidakpastian itu sendiri.

Untuk itu, di bawah pemerintahan Prabowo Subianto, Indonesia diharapkan tetap fokus memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap gejolak eksternal, serta mendorong percepatan diversifikasi sumber energi agar tidak mudah rentan terhadap fluktuasi pasar dunia.

Pada akhirnya, kabar mengenai tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan AS, selain harus dilihat sebagai peluang emas, juga alarm untuk tetap waspada.

Setiap optimisme yang menggema harus diikuti dengan langkah-langkah strategis yang konkret. Tujuannya jelas, agar tidak terbawa arus jebakan, atau tidak kehilangan kesempatan.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR)

Pilih Halaman: