MUI Tangsel Gelar Diskusi Publik Ukhuwah Wathaniyah

\nPAMULANG-MUI menggelar diskusi publik “Peningkatan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah Dalam Bingkai Kebinekaan”, berlangsung di Gedung Kelembagaan Jalan Siliiwangi no 2 Pamulang. Kamis (21/10)...

MUI Tangsel Gelar Diskusi Publik Ukhuwah Wathaniyah
Bacakan Artikel
\n\n\n\n
\"\"
\n\n\n\n

“Ukhuwah Islamiyah bukanlah berarti persaudaraan sesama muslim mirip dengan al-Ikhwan al-muslimin, melainkan persaudaraan yang bersifat Islam, atau persaudaraan secara Islami. Dengan pengertian yang demikian, maka Ukhuwah Islamiyah selain mengandung arti persaudaraan sesama muslim, atau kerukunan interen umat beragama, juga mengandung cakupan yang lebih luas, seluas cakupan ajaran Islam,” ujarnya.

\n\n\n\n

Narasumber kedua Tokoh Masyarakat Rahmat Salam membahas tentang “Meningkatkan Ukhuwah Wathoniyah Dalam Bingkai Kebhinekaan Indonesia”. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan beberapa langkah sebagai solusi untuk merawat persaudaraan sebangsa. Harus menyadari pentingnya merawat persaudaraan demi terciptanya Indonesia yang damai, seperti dalam Al-Qur’an dan Sunnah yang telah memberi pedoman tentang adab menjaga persaudaraan.

\n\n\n\n

“Memahami dengan sepenuh hati bahwa seluruh masyarakat Indonesia adalah bersaudara meski memiliki latar belakang yang berbeda.Mampu untuk lebih mengontrol diri agar berbagi informasi yang hanya memberikan manfaat saja. Mampu menjaga lisan dari hal-hal yang dapat menimbulkan mudharat,” ujarnya.

\n\n\n\n
\"\"
\n\n\n\n

Dirinya menjelaskan pentingnya ukhuwah wathaniyah. Ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sebangsa. Ini harus didahulukan dan diutamakan karena tanpa negara, umat Islam tidak akan bisa menjalankan kegiatan ibadah-ibadahnya dengan tenang dan khusyu.

\n\n\n\n

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk menganut agama Islam, tentu sudah sangat paham dengan makna ukhuwah atau persaudaraan. Ukhuwah wathoniyah atau persaudaraan kebangsaan bukan hanya slogan, melainkan juga sudah menjadi kepribadian bangsa Indonesia. Semua umat dan etnik yang hidup di Indonesia mengejawantahkan slogan ini ke dalam berbagai kepribadian dan beragam bentuk budayanya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: