Napi Lapas Kelas II Kediri Dilatih Keterampilan Produksi Tempe

\nLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri meluncurkan program unggulan yang memproduksi tempe sebagai salah satu bekal bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).\n\n\n\nInisiat...

Napi Lapas Kelas II Kediri Dilatih Keterampilan Produksi Tempe
Bacakan Artikel
\n

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri meluncurkan program unggulan yang memproduksi tempe sebagai salah satu bekal bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

\n\n\n\n

Inisiatif ini diungkapkan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Urip Dharma Yoga, saat bersilaturahmi dengan awak media di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kulon Kali (SAE Lakuli), Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto.

\n\n\n\n

\"Program ini adalah inovasi yang bertujuan memberikan bekal bagi WBP setelah mereka bebas,\" jelas Urip, Senin (14/10/2024). Ia menambahkan, kemampuan membuat tempe ini juga bertujuan untuk memberikan penghasilan tambahan bagi para binaan.

\n\n\n\n

Setiap harinya, produksi tempe dapat mencapai 24 kilogram dan hasilnya dinikmati oleh warga binaan. Saat ini, sebelas WBP sedang menjalani program asimilasi di SAE Lakuli setelah memenuhi syarat administratif dan substantif. Selain membuat tempe, mereka juga diajarkan bercocok tanam, beternak, budi daya ikan, dan keterampilan lainnya.

\n\n\n\n

Dari hasil penjualan tempe, keuntungan yang diperoleh akan disetorkan kepada negara dalam bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). \"WBP bisa menyumbang PNBP sekitar Rp 900.000 setiap bulan,\" imbuh Urip.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2