News and Education Versi penuh
Tangerang Raya

Pelatihan Pembawa Acara MUI Tangsel Soroti Penguasaan Materi Sebuah Acara

\nPelatihan Master of Ceremony (MC) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) soroti pengntingnya penguasaan materi acara bagai siapa saja yang henda...

Oleh Redaksi 19 Dec 2024 06:15 3 menit baca
\n

Pelatihan Master of Ceremony (MC) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) soroti pengntingnya penguasaan materi acara bagai siapa saja yang hendak menjadi MC.

\n\n\n\n

Demikian disampaikan oleh Sekertaris MUI Tangsel KH Abdul Rojak ketika ditanya wartawan tentang tahapan menjadi MC yang baik dan benar dalam sebuah acara, Pelatihan Master of Ceremony (MC) Bagi Pengurus Lembaga Keagamaan Islam di Kota Tangsel, Kamis (19/12/2024).

\n\n\n\n

Alumni Doktoral Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung tersebut menjelaskan kebiasaan bagi MC yang sulit ditanggulangi adalah demam panggung, yakni rasa gugup dan kurang percaya diri dalam melaksanakan tugas menjadi MC.

\n\n\n\n

Dirinya berbagi cerita ketika mengawali profesi sebagai MC delam menjalani pendidikan di Pesantren Darussalam Ciamis dari amanah gurunya.

\n\n\n\n

\"Waktu itu kita diajari untuk memandang para peserta dengan penuh keyakinan. Kalau perlu menghilangkan rasa sungkan dan lainnya,\" katanya.

\n\n\n\n

Lalu bagaimana cara menghilangkan rasa sungkan, dirinya menganjurkan untuk berusaha memahami materi acara, karakter nara sumber dan suasana acara.

\n\n\n\n

\"Boleh juga nanti kan bisa sisipan lelucon ringan tanpa menghilangkan khidmat acara. Itu bisa membantu meringakan seseorang dalam melaksanakan tugas sebagai MC,\" saran dia.

\n\n\n\n

Dia juga membandingkan profesi MC dari cara pernikahan, seminar sampai acara resmi kenegaraan yang ada di tanah air.

\n\n\n\n

Menurutnya, dalam acara pernikahan biasanya seorang MC kerap menggunakan lelucon yang bisa membuat calon pengantin laki-laki tidak gugup. Bahkan membuat wali nikah juga menjadi tenang dalam menjalanakan tugasnya menikahkan calon pengantin perempuan.

\n\n\n\n

\"Intinya mah yang pertama kuasai dulu materi acara, selebihnya bisa menyusul,\" bebernya.

\n\n\n\n

Selaku pemateri Chanda Saputra menjelaskan kiat-kiat bagaimana menjadi MC yang profesional. Memang tidak mudah menjadi MC. Perlu proses yang panjang dan jam terbang tinggi. Secara makna luas MC bagian dari aktivitas public speaking.

\n\n\n\n

\"Secara makna public speaking menyampaikan pendapat dibuka umum dengan materi yang telah ditentukan. Disampaikan secara jelas, percaya diri sehingga sampai ke telinga para pendengar,\" ujarnya.

\n\n\n\n

Lanjut ia, kegiatan yang termasuk publik speaking, MC, narasumber, moderator, pemimpin rapat atau pertemuan, sambutan, presentasi, penyiar radio, diskusi dengan rekan kerja,\" ia merinci.

\n\n\n\n

Begini cara menjadi MC yang perlu diperhatikan, atitut, penampilan, pakaian, datang satu jam sebelum acara, suara, dan bahasa serta bahasa tubuh, pendangan mata dan senyum.

\n\n\n\n

\"Sedangkan MC dapat dibagi menjadi tiga kriteria, ada yang formal ciri-cirinya suara bulat, tidak boleh improve, posisi on point, tidak boleh smiling voice. Kedua semi formal, cirinya suaranya lebih bervariasi, boleh berimprovisasi,wajib smiling voice dan kriteria ketiga non formal. Ciri-cirinya, suara ceria, ekspresif, wajib improvisasi, wajib posisi pindah,\" bebernya.

\n\n\n\n

Bagi pemula, berlatih di depan cermin. Meminta teman atau saudara untuk mengkritik. Sering membaca, kecepatan membaca, perhatikan artikulasi, intonasi dan tanda baca saat membaca,\" ia sampaikan.

\n\n\n\n

Acara diikuti sekitar 70 orang. Selain menerima materi, dilakukan praktik, baik MC formal, semi dan non formal. Turut hadir Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tati. (din).

\n