Peluang Investasi dan Pembangunan Banten di Era Gubernur Andra Soni

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nBanten, 26/06/2025- Provinsi Banten belakangan ini menjadi magnet bagi pelaku usaha baik dalam negeri maupun dari luar. Daya tarik ini tidak lepas dari posisi strategis Bante...

Peluang Investasi dan Pembangunan Banten di Era Gubernur Andra Soni
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Sementara, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) nilainya menembus Rp47,60 triliun atau sekitar 45 persen.

\n\n\n\n

Berkat capaian itu, Banten masuk pada urutan lima besar nasional wilayah dengan tingkat investasi terbesar.

\n\n\n\n

Masih berdasarkan data yang ada, investasi dari PMA dan PMDN ini masing-masing tersebar di delapan wilayah kabupaten/kota se-Banten.

\n\n\n\n

Khusus untuk, PMDN paling banyak berada di wilayah Kabupaten Tangerang, Lebak, Serang, dan Pandeglang. Sementara, untuk PMA lebih banyak terpusat di wilayah Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan terakhir Kota Serang.

\n\n\n\n

Adapun daerah yang memperoleh investasi PMA dan PMDN terbanyak di Banten termasuk Kota Cilegon dengan nilai investasi sebesar Rp.34,69 Triliun (32,86%), kemudian Kabupaten Tangerang sebesar Rp26,27 Triliun (24,87%), Kabupaten Serang Rp18,96 Triliun (17,95%), Kota Tangerang Rp14,11 Triliun (13,37%), Kota Tangerang Selatan Rp8,48 Triliun (8,03%), Kabupaten Lebak Rp1,86 Triliun (1,77%), Kabupaten Pandeglang Rp772 Milliar (0,73%), dan Kota Serang Rp453 Milliar.

\n\n\n\n

Sementara berdasarkan sektor investasi yang berkembang di Banten, maka Industri Kimia Dan Farmasi menempati posisi tertimggi dengan nilai investasi Rp19,20 Triliun (18,03%), disusul industri Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp17,32 Triliun (16,26%).

\n\n\n\n

Di peringkat ketiga ada Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya Rp14,46 Triliun (13,58%), kemudian Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp9,28 Triliun (8,72%) dan industri Perdagangan dan Reparasi Rp6,40 Triliun (6,01%).

\n\n\n\n

Sementara realisasi investasi berdasarkann negara asalnya itu paling banyak dari Korea Selatan sebesar Rp15,30 Triliun, disusul Malaysia Rp10,33 Triliun, Hongkong Rp9,88 Triliun, Singapura Rp7,44 Triliun, dan Republik Rakyat Tiongkok sebesar Rp4,62 Triliun.

\n\n\n\n

Untuk tantangan ke depan, sebaran investasi perlu dimaksimalkan di wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang yang masih tertinggal dari daerah yang lain.

\n\n\n\n

Andra Soni memiliki komitmen kuat terhadap pemerataan ini melalui pembangunan infrastruktur konektivitas dan kebijakan insentif fiskal.

\n\n\n\n

Potensi Pembangunan

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: