Peringatan Sumpah Pemuda Dalam Bedah Buku “Pijar Renung Pancar Relung”

\nOleh Anil Dawan\n\n\n\nJika hitam bukan warna dan Putih merupakan perpaduan antara semua warna. Mengapa kita marah ketika kita berbeda?\n\n\n\nGelaran peringatan Sumpah Pemuda di wilayah Tangerang Selatan di...

Peringatan Sumpah Pemuda Dalam Bedah Buku “Pijar Renung Pancar Relung”
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Dalam bedah buku untuk peringatan Sumpah Pemuda tersebut salah satu lagi pembahas lainnya yaitu Pdt. Victor Rembeth yang merupakan seorang tokoh agama dan cendekiawan Kristen yang menyoroti dari Bab 16 buku tersebut yaitu bagaimana toleransi seharusnya dibangun. Dalam ulasannya Pdt Victor mengatkan “Toleransi selalu berada dalam dua konteks yaitu klaim kebenaran masing-masing penganut keagamaan terhadap kebenaran ajaran agama dan imanya, namun disisi lain adalah pengakuan bahwa keberbedaan itu tidak seharusnya memisahkan kemanusiaan, karena kemanusiaan itulah yang mengikat relasi antar manusia. Khususnya manusia Indonesia atas dasar NKRI dan Pancasila yang merupakan dasar negara”.

\n\n\n\n

Pdt. Victor juga mengatakan bahwa “Ajaran agama merupakan inspirasi orang beragama dan bernegara. Sikap toleran mendukung karya Interfaith yang bersifat mempersatukan dan menjalin kerukunan untuk merespon masalah humanitarian. (Contoh: Humanitarian Forum Indonesia, berbasis Faith Based). Secara sosial, toleransi memiliki pengertian  menghindarkan terjadinya diskriminasi sekalipun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Kunci dari toleransi adalah sikap menghormati dan menghargai. Pemuda toleran harus membangun komunikasi, koordinasi, membangun kesatuan dan kebersamaan dalam merespon isu-isu politik ketakutan, hoax dan ujaran kebencian yang bertubi-tubi di dunia maya ataupun dunia nyata. Selanjutnya pemuda toleran bersinergi bersama mencari akar masalah persoalan-persoalan yang terjadi terkait dengan kemiskinan, penderitaan, ketidakadilan gender, kerusakan ekologi dan pluralitas agama dan budaya. Semua kondisi kontekstual yang harus diatasi tersebut seluruhnya sejalan dengan tujuan SDGs yaitu target dan sasarannya adalah semua, sepenuhnya dan tuntas  Mengakhiri kemiskinan 100 persen penduduk memiliki akta kelahiran memerlukan fokus, untuk merangkul mereka yang terpinggir dan terjauh.

\n\n\n\n

Di bagian akhir acara bedah buku dan peringatan sumpah pemuda, Ketua FKUB Tangerang Selatan Dr. H. Fachruddin  Zuhri, Drs. M.Si mengatakan “Saya selaku ketua FKUB Tangsel sangat mengapresiasi acara ini. Kerukunan adalah niat baik yang harus selalu dibangun. Sedangkan langkah-langkah yang kongkrit untuk membangun toleransi, kerukunan dan perdamaian adalah pengembangan literasi keagamaan melalui pembelajaran dan dialog mengenai berbagai agama dan kepercayaan. Dan terus membuka kerjasama dengan semua pihak demi terwujudnya kerukunan bersama”. Upaya untuk melakukan pengembangan leadership pemuda yang inklusif (memahami diri, memahami sesama, memahami kebhinekaan). Mengkatalisasi pemuda untuk melakukan perubahan berbasis peer group dan menggunakan informasi teknologi, media sosial di era digital dengan bijak untuk membangun kesatuan dan persatuan bangsa. Acara ditutup dalam doa oleh Pdt. Albert Ketua STT Sunergeo Banten dan dilanjutkan ramah tamah diantara peserta sambil diperdengarkan lagu-lagu nasional yang terus menumbuhkan semangat kesatuan sebagai bangsa, tanah air dan bahasa. Selamat Sumpah Pemuda.

\n\n\n\n
\"\"
\n\n\n\n
\n\n\n\n

[1] Hasil survei terbaru Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan pengaruh intoleransi dan radikalisme menjalar ke banyak sekolah dan universitas di Indonesia.

\n
Pilih Halaman: