Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nKebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi merupakan sebuah langkah yang penuh liku.\n\n\n\nKebijakan tersebut hampir dapat dipastikan bukanlah kepu...

Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Itulah sebabnya, berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi sipil, hingga aktor politik menjadikan kebijakan ini sebagai bahan kritik terhadap pemerintah.

\n\n\n\n

Gelombang tekanan publik bahkan berpotensi semakin menguat kala masyarakat mulai merasakan kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya mobilitas.

\n\n\n\n

Namun demikian, di tengah besarnya tekanan, pemerintah mesti mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar, yakni keselamatan ekonomi bangsa secara keseluruhan.

\n\n\n\n

Dari sejarah kita belajar bahwa banyak negara mengalami krisis yang lebih dalam ketika pemerintah terlalu lama menunda penyesuaian kebijakan ekonomi yang sebenarnya diperlukan.

\n\n\n\n

Kebijakan yang populer dalam jangka pendek, seperti berkaca dari pengalaman yang sudah lalu, tidak selalu menjadi kebijakan yang sehat dalam jangka panjang.

\n\n\n\n

Sebaliknya, keputusan yang tidak populer seringkali justru diperlukan untuk mencegah risiko yang lebih besar di masa depan.
Dengan demikian, terlepas dari kebijakan yang dibuat pemerintah ini membawa konsekuensi politik yang tidak biasa, tujuan utamanya tetap jauh lebih penting yaitu menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan kepentingan bangsa senantiasa berada di atas kepentingan yang lebih besar.

\n\n\n\n

Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR)

\n\n\n\n

\n
Pilih Halaman: