Sejumlah Pengurus Cabor Daerah Nilai Permenpora 14 tahun 2024 Lemahkan Fungsi Pembinaan Atlet KONI

\nSejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) di daerah menyampaikan keberatannya terhadap berlakunya Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) No 14 Tahun 2024 tentan...

Sejumlah Pengurus Cabor Daerah Nilai Permenpora 14 tahun 2024 Lemahkan Fungsi Pembinaan Atlet KONI
Bacakan Artikel
\n

Sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) di daerah menyampaikan keberatannya terhadap berlakunya Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) No 14 Tahun 2024 tentang Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi. Regulasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dalam mekanisme pembinaan atlet muda di daerah, khususnya terkait dengan alokasi dan keberlanjutan pendanaan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) daerah.

\n\n\n\n

Ketua Umum Cabang Olahraga Muay Thai Kota Tangerang Selatan, Irwan, menyatakan bahwa ketentuan dalam Permenpora tersebut dapat mengancam sistem regenerasi atlet nasional. Hal itu mengingat adanya kecenderungan pengalihan tanggung jawab pembiayaan kepada pihak atlet secara mandiri.

\n\n\n\n

\"Dalam praktiknya, KONI selama ini tidak hanya bertindak sebagai lembaga teknis pembinaan. Melainkan juga sebagai representasi aspirasi atlet dan pelatih di tingkat daerah. Termasuk dalam aspek penganggaran,\" ujar Irwan dalam keterangannya, Senin (4/8/2025),

\n\n\n\n

Irwan menambahkan bahwa hampir seluruh biaya operasional atlet muda, meliputi biaya partisipasi kejuaraan, transportasi, akomodasi dan pengadaan perlengkapan, secara historis ditanggung oleh KONI daerah. Maka, ketika regulasi mengarahkan pembiayaan secara mandiri. Dipastikan aksesibilitas terhadap pembinaan menjadi terganggu. Khususnya bagi atlet dari latar belakang ekonomi kurang mampu.

\n\n\n\n

“Dari pengalaman pribadi saya, mulai dari atlet daerah, wasit nasional sampai pelatih PON dukungan pendanaan dari KONI bersifat fundamental. Jika sekarang beban pembiayaan dibebankan kepada individu, maka muncul pertanyaan mendasar, bagaimana mungkin atlet muda dapat memulai kariernya tanpa jaminan dukungan institusional?” tegas Irwan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2