News and Education Versi penuh
Nasional

Sosok Budiman Sudjatmiko: Dulu Aktivis, Kini Pejabat Negara

Budiman Sudjatmiko kembali menjadi sorotan publik setelah ditunjuk sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) di pemerintahan Prabowo Subianto.

Oleh Adm 20 Jun 2026 21:19 2 menit baca

HARIANRAKYAT.Id, JAKARTA – Nama Budiman Sudjatmiko kembali menjadi sorotan publik. Sosok yang dikenal sebagai aktivis pergerakan mahasiswa pada era Orde Baru itu kini mengemban amanah sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Perjalanan Budiman terbilang panjang dan penuh dinamika. Lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 10 Maret 1970, ia dikenal sebagai salah satu tokoh reformasi yang aktif menyuarakan demokrasi dan perlawanan terhadap rezim Orde Baru. Budiman merupakan pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD), organisasi politik yang menjadi salah satu simbol perlawanan terhadap pemerintahan saat itu. 

Aktivismenya membuat Budiman harus berhadapan dengan kekuasaan. Pasca peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli, ia ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara karena dianggap terkait dengan gerakan oposisi terhadap pemerintah. Namun, pengalaman tersebut justru mengukuhkan namanya sebagai salah satu ikon perjuangan demokrasi Indonesia. 

Setelah era reformasi bergulir, Budiman memilih jalur politik formal. Ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan terpilih menjadi anggota DPR RI selama dua periode. Dalam kiprahnya di parlemen, ia dikenal sebagai salah satu penggagas lahirnya Undang-Undang Desa yang dinilai memberikan ruang lebih besar bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. 

Kini, Budiman berada di lingkaran pemerintahan sebagai Kepala BP Taskin. Posisi tersebut menempatkannya pada tanggung jawab besar untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Transformasi dari aktivis jalanan menjadi pejabat negara menunjukkan perjalanan politik yang unik sekaligus mencerminkan perubahan peran dari pengkritik kebijakan menjadi pelaksana kebijakan. 

Ketua Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Provinsi Banten menyatakan bahwa perjalanan Budiman Sudjatmiko merupakan gambaran bagaimana seorang aktivis dapat bertransformasi menjadi negarawan. Menurutnya, pengalaman panjang Budiman dalam memperjuangkan isu kerakyatan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai pejabat negara.

"Budiman Sudjatmiko adalah contoh bahwa perjuangan tidak selalu berhenti di jalanan atau ruang demonstrasi. Ketika masuk ke pemerintahan, tantangannya adalah bagaimana menerjemahkan idealisme menjadi kebijakan yang nyata dan berdampak bagi masyarakat," ujar Ketua IMO Indonesia Banten.

Ia menambahkan, publik tentu akan menilai sejauh mana rekam jejak aktivisme Budiman dapat diwujudkan melalui program-program konkret, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Harapan masyarakat besar. Dari seorang aktivis yang dahulu memperjuangkan perubahan, kini saatnya menunjukkan hasil melalui kerja nyata sebagai pejabat negara,"pungkasnya. (*).

Topik terkait
Budiman Sudjatmiko Politikus Reformasi Aktivitas reformasi Aktivis 1998