Tafsir Sosial atas Fenomena \'#KaburAjaDulu\'

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nFenomena trending tagar #KaburAjaDulu akhir-akhir ini sedang ramai diglorifikasi di berbagai platform media sosial.\n\n\n\nTidak jelas siapa yang menjadi aktor tunggal di balik f...

Tafsir Sosial atas Fenomena \'#KaburAjaDulu\'
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

“Sementara putaran kedua Rp308 triliun. Jadi, totalnya kita punya anggaran Rp750 triliun,” kata Presiden dalam pidatonya.

\n\n\n\n

Jika pada tahap kedua, penghematan menyasar pada penyisiran anggaran Kementerian/Lembaga yang kurang efisien, maka pada tahap ketiga akan dilakukan melalui BUMN dengan target dividen Rp300 triliun.

\n\n\n\n

Rencananya dana penghematan anggaran ini akan diserahkan ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

\n\n\n\n

Dalam konteks kebijakan efisiensi anggaran ini, saya secara pribadi sangat mendukung. Akan tetapi, dalam hal pengelolaan dan pemanfaatannya perlu dipikirkan matang.

\n\n\n\n

Jangan sampai dana ratusan triliun itu hanya diendapkan begitu saja sebagai tabungan nasional tanpa pemanfaatan secara optimal pada sektor riil.

\n\n\n\n

Padahal, jika anggaran sebanyak itu langsung digunakan untuk pembangunan dan pengembangan industri manufaktur yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja formal, maka masalah pengangguran dan ketidakseimbangan antara pekerja di sektor formal dan informal bisa teratasi.

\n\n\n\n

Sehingga, dengan begitu respons pemerintah terhadap tagar \"KaburAjaDulu\" benar-benar terjawab karena akan memberikan solusi nyata bagi persoalan yang sedang terjadi.

\n\n\n\n

Penulis adalah Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia

\n
Pilih Halaman: