Tangsel Jadi Pusat Hidayah, 100 Orang Syahadat, Termasuk Bule Ngaku Lebih Damai

Mualaf Center Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel mencatat 100 orang resmi memeluk Islam hingga pertengahan 2026. Selain warga lokal, banyak juga berasal dari negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Meksiko, Inggris, Korea, hingga beberapa negara Afrika.

Tangsel Jadi Pusat Hidayah, 100 Orang Syahadat, Termasuk Bule Ngaku Lebih Damai
Mualaf-Salah satu warga Jerman memeluk Islam dengan membaca dua kalimat syahadat di Mualaf Center MUI Kota Tangsel.
Bacakan Artikel

“Setiap orang yang berikrar memeluk Islam memiliki perjalanan yang tidak ringan. Ada yang harus menghadapi penolakan keluarga, bahkan dijauhi lingkungan. Namun kami selalu menekankan pentingnya tetap menjaga silaturahmi, terutama kepada orang tua, serta tetap berbuat baik kepada keluarga,” jelasnya.

Dalam beberapa kasus, terdapat mualaf yang mengalami tekanan berat hingga kehilangan dokumen pribadi atau mengalami penolakan sosial secara ekstrem dari lingkungan terdekatnya. Meski demikian, proses pembinaan terus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.


"Oleh sebab itu capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan amanah dakwah yang menuntut keberlanjutan pembinaan," ujar Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kecamatan Pamulang itu.


Ia menambahkan, sebagian mualaf mengaku menemukan ketenangan batin setelah memeluk Islam, baik melalui pengalaman spiritual, rasa penasaran, hingga proses pencarian makna hidup.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: