Awal Tahun yang Menguras Energi Pramono

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nAwal tahun 2026 menjadi fase yang tidak mudah bagi seorang pemimpin Jakarta. Bukan karena minimnya perencanaan atau lemahnya kapasitas sang nakhoda, melainkan tantangan kompl...

Awal Tahun yang Menguras Energi Pramono
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Dalam perjalanannya menuju 50 dekade (499 tahun), Jakarta diyakini bakal mengalami transformasi besar (great transformation), sebagai kota administratif menjadi pusat ekonomi global.

\n\n\n\n

Menyogsong era baru tersebut, sejumlah persiapan harus dilakukan dari sekarang, mulai dari pembangunan infrastruktur modern, ekspansi kawasan bisnis, hingga pemanfaatan demografi.

\n\n\n\n

Karena itu, menuju masa 500 tahun yang juga bermakna separuh milenium, adalah sebuah perjalanan yang penuh makna.

\n\n\n\n

Ia tidak sekadar rayaan tahun dengan menekankan pada sisi refleksivitas semata, melainkan pada persiapan energi menjemput transformasi besar yang dipersiapkan secara matang di bawah kepemimpinan seorang gubernur.

\n\n\n\n

Dalam konteks inilah sorotan terhadap kepemimpinan Pramono Anung memperoleh makna strategis.

\n\n\n\n

Pramono kini memimpin Jakarta di masa transisi sejarah yang penuh penentuan. Jakarta yang tengah mempersiapkan diri menuju kota global yang sarat kompetisi, inovasi dan kreativitas.

\n\n\n\n

Pada poin ini, tanggung jawab seorang nakhoda sungguh dipertaruhkan. Jika ia berhasil, akan dikenang sebagai pemimpin yang berhasil melangkahi masa peralihan dengan penuh harapan. Sebaliknya, jika ia gagal, maka akan diingat sebagai makhoda buruk yang membunuh mimpi besar berjuta rakyat.

\n\n\n\n

Semoga, tantangan serius ini mampu dijawab dengan karya dan prestasi meyakinkan di tangan seorang Gubernur Pramono Anung yang kini sedang berada di trayek yang tepat.

\n\n\n\n

Penulis adalah Direktur Eksekutif INISIATOR

\n\n\n\n

\n
Pilih Halaman: