Begini Perjuangan Mualaf, Rela Diusir Keluarga Bahkan Ijazah Dibakar

\nPerjalanan seseorang menjadi muslim tak jarang harus melewati rintangan cukup berat. Hal itu dialami Mey, warga Pamulang Kota Tangsel, menceritakan perjalanan untuk menj...

Begini Perjuangan Mualaf, Rela Diusir Keluarga Bahkan Ijazah Dibakar
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

“Keluarga tidak mengizinkan saya keluar. Setiap hari saya hanya di dalam rumah. Kebetulan rumah di depan Mushola maka saya sering ngintip orang shalat. Sehingga saya sering mengikuti, bahkan sejak kecil saya sudah hafal juz tiga puluh,” tuturnya haru.

\n\n\n\n

Maka sewaktu tahun 2008, dia berikrar membaca dua kalimah syahadat bahkan sudah bisa membaca Al Quran dan hafalan surat-surat pendek termasuk gerakan shalat.

\n\n\n\n

“Di Katolik ada saat teduh yang dilakukan tengah malam, karena saya juga sudah terbiasa bangun jelang subuh, maka saya gunakan untuk mengerjakan salat tahajud,” tambah ia.

\n\n\n\n

Tantangan untuk menjadi seorang muslim dengan ketenangan hati terus dilalui, termasuk puncaknya saat dirinya diusir oleh keluarga besarnya, sampai-sampai ijazah dibakar.

\n\n\n\n

“Saya dibuang sama keluarga, bahkan ijazah saya di bakar. Maka harus mulai hidup dari nol, tidak memiliki apa-apa, suatu saat bercerita kepada orang lain sesama muslim, tentang kesulitan yang dialami tapi sebaliknya malah mendapatkan ejekan. Maka saya berkesimpulan berkeluh kesah bukan kepada orang tapi kepada Allah SWT, yang Maha Kaya dan Maha Pemberi,” tutupnya. (din).

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2