Guru Besar UIN Jakarta Serukan Jaga Etika di Era Kecerdasan Buatan

\nJakarta, — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif telah membawa revolusi besar dalam dunia pendidikan. Namun di balik kemudahannya, muncul tantangan serius terkait m...

Guru Besar UIN Jakarta Serukan Jaga Etika di Era Kecerdasan Buatan
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Maka, penggunaan AI dalam pendidikan harus diiringi tiga prinsip utama, yakni: shiddiq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), dan al-‘adl (keadilan).

\n\n\n\n

Ia mencontohkan langkah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta yang telah mewajibkan mahasiswa mengisi AI disclosure form dalam setiap tugas.

\n\n\n\n

“Mahasiswa harus transparan, menjelaskan seberapa jauh AI digunakan dalam karya akademiknya,” jelasnya.

\n\n\n\n

Prinsip amanah, menurut dia, juga penting agar mahasiswa tetap memahami substansi karya yang dihasilkan, meski menggunakan bantuan AI. Sedangkan keadilan menuntut akses yang setara terhadap teknologi ini.

\n\n\n\n

“Tidak semua mahasiswa mampu membeli layanan AI premium. Maka sudah saatnya kampus berpikir menyediakan fasilitas ini secara merata, misalnya melalui program ‘AI for All’,” tambahnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: