Guru Besar UIN Jakarta Serukan Jaga Etika di Era Kecerdasan Buatan

\nJakarta, — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif telah membawa revolusi besar dalam dunia pendidikan. Namun di balik kemudahannya, muncul tantangan serius terkait m...

Guru Besar UIN Jakarta Serukan Jaga Etika di Era Kecerdasan Buatan
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kata Tholabi, menjadi salah satu pelopor integrasi nilai Islam dalam pengembangan AI. Melalui Artificial Intelligence and Literacy Innovation Institute (ALII), kampus ini mengembangkan program riset dan pelatihan yang mengajarkan literasi AI berbasis etika keislaman.

\n\n\n\n

“Teknologi harus diarahkan pada maqāṣid al-syarī‘ah, bukan sekadar kemajuan teknis. Di ALII, kami mengajarkan tidak hanya cara pakai AI, tapi juga cara berpikir etis dan bertanggung jawab terhadap penggunaannya,” ujar Tholabi yang juga salah seorang pimpinan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN).

\n\n\n\n

Ia menyoroti bahwa pendidikan berbasis AI hanya akan bermakna jika dibarengi dengan karakter moral. “AI itu cermin. Jika karaktermu jujur dan amanah, ia akan jadi berkah. Tapi jika tidak, ia bisa jadi bencana,\" tandasnya.

\n\n\n\n

Di akhir perbincangan, Tholabi menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengaburkan misi dasar pendidikan, yakni membentuk akhlak mulia.

\n\n\n\n

“Pesan Rasulullah sangat relevan bahwa risalah utama kenabianya adalah untuk menyempurnakan akhlak. Itu tidak berubah, bahkan di tengah gelombang digitalisasi,\" terang Tholabi.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: