Guru Besar UIN: Kesaktian Pancasila Ada pada Daya Hidupnya

\nSetiap 1 Oktober tiba, bangsa Indonesia kembali menundukkan kepala mengenang sejarah kelam 1965. Namun, Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar ritual mengenang tragedi. Leb...

Guru Besar UIN: Kesaktian Pancasila Ada pada Daya Hidupnya
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Ia menilai, pendidikan Pancasila kini berhenti pada tataran pengetahuan normatif, tidak menyentuh pembentukan karakter dan perilaku sosial.

\n\n\n\n

“Dulu kita punya P4 yang walau sering dikritik karena formalistik, tapi punya efek pembiasaan. Sekarang pembinaan ideologi berhenti di ruang kelas, tidak masuk ke kebijakan publik,” katanya menegaskan.

\n\n\n\n

Dari Peringatan Seremonial ke Gerakan Konstitusional

\n\n\n\n

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, kata Tholabi, seharusnya tidak hanya menjadi seremoni nasional, tetapi momentum untuk memperkuat pelembagaan nilai-nilai dasar bangsa. Ia mendorong agar pembinaan ideologi tidak sekadar diatur lewat Peraturan Presiden, melainkan ditingkatkan menjadi Undang-Undang Pembinaan Ideologi Pancasila (UU PIP) yang memiliki kekuatan konstitusional jangka panjang.

\n\n\n\n

“Kalau dasar hukumnya hanya Perpres, maka nasib pembinaan ideologi bergantung pada siapa presidennya. Padahal, ini agenda lintas rezim dan lintas generasi. Karena itu perlu ada UU agar komitmen kebangsaan tidak mudah berubah oleh pergantian kekuasaan,” ujarnya.

\n\n\n\n

Menurutnya, Pancasila harus diarusutamakan dalam setiap kebijakan negara, mulai dari tata kelola ekonomi yang berkeadilan sosial, hingga penegakan hukum yang menjunjung kemanusiaan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: