Imigrasi Soekarno-Hatta Perkuat Pengawasan Perlintasan Internasional Cegah TPPO dan TPPM

\n\n\n\n\nKantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta terus memperkuat peran strategisnya dalam mengawasi perlintasan internasional guna mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPP...

Imigrasi Soekarno-Hatta Perkuat Pengawasan Perlintasan Internasional Cegah TPPO dan TPPM
Bacakan Artikel
\n

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta terus memperkuat peran strategisnya dalam mengawasi perlintasan internasional guna mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

\n\n\n\n

Bismo Surono, Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, memaparkan berbagai inisiatif yang telah dilakukan demi memastikan keamanan dan kenyamanan perlintasan internasional di bandara terbesar Indonesia.

\n\n\n\n

Bandara Tersibuk, Tanggung Jawab Besar
Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang melayani hingga 44.402 pelintas internasional setiap harinya, memiliki peran vital dalam pengawasan perlintasan orang keluar-masuk Indonesia. Dari data yang disampaikan Bismo, jumlah pelintas di tahun 2024 hingga Agustus tercatat mencapai 10.834.232 orang, menjadikannya bandara tersibuk di Indonesia. Berbeda dengan TPI di bandara lain, seperti Ngurah Rai di Bali yang lebih banyak melayani wisatawan, Soekarno-Hatta melayani berbagai macam kebutuhan pelintas, mulai dari perjalanan bisnis, investasi, pendidikan, hingga perhelatan internasional.

\n\n\n\n

Inovasi Teknologi untuk Pengawasan Lebih Baik
Untuk mendukung kelancaran dan keamanan pelintas, Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengadopsi teknologi autogate yang memudahkan proses pemeriksaan imigrasi. Saat ini di TPI Soekarno-Hatta sendiri terdapat 78 autogate di berbagai terminal internasional bandara. Ada 5 autogate reguler di terminal 2 keberangkatan internasional, ada 5 di terminal 2 kedatangan internasional. Kemudian ada 16 autogate reguler dan 2 autogate disabilitas di terminal 3 keberangkatan, dan ada 52 autogate regular dan 2 autogate disabilitas di terminal 3 kedatangan internasional. Jumlah ini masih akan ditambah lagi nantinya. Pada bulan September ini, rata-rata pengguna autogate telah mencapai 54%-57% dari jumlah pelintas internasional keseluruhan.

\n\n\n\n

“Penggunaan autogate merupakan bentuk komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi dalam mendukung digitalisasi sistem keimigrasian, mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Bismo.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2