Navigasi \'Board of Peace\' dan Ujian bagi Indonesia

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nKonflik berkepanjangan di Gaza, Palestina telah meninggalkan duka kemanusiaan yang amat mendalam. Kehancuran struktural, degradasi kemanusiaan, hingga tantangan rekonstruksi...

Navigasi \'Board of Peace\' dan Ujian bagi Indonesia
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Urgensi Indonesia Gabung BoP

\n\n\n\n

Langkah berani Presiden Prabowo Subianto memasukkan Indonesia ke dalam BoP memang sesuatu yang perlu dibaca secara cermat.

\n\n\n\n

Keputusan tersebut harus dilihat dalam kerangka kepentingan strategis dan tanggung jawab moral Indonesia di kancah global.

\n\n\n\n

Siapapun tahu bahwa Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan memiliki rekam jejak yang sangat konsisten dalam membela perjuangan Palestina, tentu tidak bisa dipandang sebelah mata ketika bicara soal kepentingan kemerdekaan Palestina.

\n\n\n\n

Telah sekian lama Indonesia membuktikan berada pada posisi yang sangat krusial membela perjuangan Palestina secara langsung dalam berbagai forum perdamaian internasional.

\n\n\n\n

Karena itu, bergabungnya Indonesia ke dalam organisasi BoP ini bukan sekadar langkah simbolik, tapi upaya untuk memastikan bahwa suara negara berkembang, utamanya yang berpihak pada keadilan dan kemanusiaan, demi memengaruhi proses pengambilan keputusan strategis terkait Gaza.

\n\n\n\n

Adapun urgensi keterlibatan Indonesia terletak pada kebutuhan untuk mengawal agenda rekonstruksi agar tidak sekadar berorientasi pada stabilitas keamanan versi kekuatan besar (super power countries), tetapi juga menjamin pemulihan hak-hak sipil rakyat Palestina.

\n\n\n\n

Indonesia, melalui langkah strategis tersebut, dapat memainkan peran sebagai moral anchor, penyeimbang narasi, sekaligus jembatan dialog antara kepentingan Barat dan aspirasi dunia Islam.

\n\n\n\n

Dalam konteks ini, Board of Peace harus dimaknai sebagai arena diplomasi aktif, bukan sebatas ruang pasif yang terus menerus mengafirmasi keputusan sepihak yang terkadang tidak selaras dengan misi perjuangan Indonesia.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: