Navigasi \'Board of Peace\' dan Ujian bagi Indonesia

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nKonflik berkepanjangan di Gaza, Palestina telah meninggalkan duka kemanusiaan yang amat mendalam. Kehancuran struktural, degradasi kemanusiaan, hingga tantangan rekonstruksi...

Navigasi \'Board of Peace\' dan Ujian bagi Indonesia
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Tidak berhenti di sana, partisipasi Indonesia dalam forum tersebut juga menegaskan posisi Indonesia yang tidak ingin berteriak dari luar, melainkan ikut ambil bagian dari dalam untuk merumuskan perubahan ke arah yang lebih baik.

\n\n\n\n

Rekonstruksi Gaza, karenanya, harus dibaca dalam konteks tidak cukup hanya dengan dana dan proyek fisik, tetapi juga membutuhkan legitimasi politik, kepercayaan publik, dan jaminan bahwa proses tersebut tidak mengaburkan isu utama tentang hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Palestina.

\n\n\n\n

Dengan demikian, prinsip non-blok dan reputasi diplomasi damai yang selama ini melekat kuat pada Indonesia harus dimanfaatkan dengan bijak.

\n\n\n\n

Demikian, bergabungnya Indonesia dalam BoP ini menjadi keputusan menentukan yang dapat memastikan agenda perdamaian tidak terlepas dari nilai keadilan substantif.

\n\n\n\n

Konsekuensi dan Ujian bagin Indonesia

\n\n\n\n

Meskipun dengan niat baik, langkah keikutsertaan Indonesia ke dalam BoP ini bukan tanpa konsekuensi serius.

\n\n\n\n

Seperti diketahui, BoP merupakan wadah diplomasi yang sarat kepentingan. Ia membawa konsekuensi politik yang tidak mudah bagi negara anggota yang terlibat di dalamnya.

\n\n\n\n

Khusus bagi Indonesia, wadah ini tidak bisa dianggap netral, terlebih yang menggagas forum ini adalah AS, yang siapapun tahu kepentingan politiknya seperti apa.

\n\n\n\n

Indonesia memiliki prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif. Hal mana bermakna bahwa Indonesia tidak pernah terikat pada kepentingan blok kekuataan manapun, termasuk dalam hal ini kekuatan Paman Sam.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: