News and Education Versi penuh
Tangerang Raya

Pemkot Tangsel Dorong Petugas Pemulasaran Jenazah Bekerja Amanah dan Totalitas

Pemkot Tangerang Selatan mendorong petugas pemulasaran jenazah menjalankan tugas secara amanah, kompeten, santun, dan totalitas melalui Training of Trainers (TOT) yang digelar MUI Kota Tangsel.

Oleh Adm 07 Oct 2026 15:15 3 menit baca

HARIANRAKYAT.id, TANGSEL— Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mendorong para petugas pemulasaran jenazah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, amanah, dan totalitas.

Pesan tersebut disampaikan dalam amanat Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie yang dibacakan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, Yasir Arafat, saat membuka Training of Trainers (TOT) Pemulasaran Jenazah yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan pemulasaran jenazah merupakan bagian dari fardu kifayah yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Karena itu, kemampuan mengurus jenazah tidak hanya dipandang sebagai keterampilan teknis, tetapi juga sebagai bentuk ibadah, penghormatan kepada sesama manusia, serta wujud kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama.

“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada MUI Kota Tangerang Selatan atas terselenggaranya kegiatan yang sangat penting dan strategis ini,” ujar Benyamin dalam sambutan yang dibacakan Yasir Arafat.

Menurutnya, pelaksanaan TOT memiliki nilai strategis karena tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta dalam melaksanakan pemulasaran jenazah sesuai tuntunan syariat, tetapi juga menyiapkan para trainer yang nantinya mampu mentransfer pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada masyarakat secara lebih luas.

Benyamin menilai kebutuhan terhadap kader yang memiliki pengetahuan dan keterampilan pemulasaran jenazah semakin penting di tengah dinamika kehidupan masyarakat perkotaan. Kesibukan masyarakat, kata dia, tidak boleh menghilangkan kemampuan untuk menjalankan kewajiban sosial-keagamaan yang menjadi tanggung jawab bersama.

Untuk itu, para peserta diminta mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh. Selain memahami aspek fikih dan tata cara pemulasaran jenazah, peserta diharapkan menguasai praktik, etika dalam memberikan pelayanan kepada keluarga yang sedang berduka, komunikasi yang baik, hingga kemampuan mengajarkan kembali ilmu tersebut kepada masyarakat.

“Tidak hanya memahami aspek fikih dan tata cara pemulasaran jenazah, tetapi juga menguasai aspek praktik, etika pelayanan kepada keluarga yang berduka, komunikasi yang baik, serta kemampuan mengajarkan kembali ilmu tersebut kepada masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Benyamin berharap hasil pelatihan tidak berhenti pada pelaksanaan TOT. Para peserta diharapkan dapat menjadi kader pemulasaran jenazah di tingkat kecamatan, kelurahan, masjid, majelis taklim, pesantren, maupun lingkungan masyarakat.

Dengan terbentuknya jejaring trainer tersebut, diharapkan kemandirian dan ketahanan sosial-keagamaan masyarakat Kota Tangerang Selatan semakin kuat.

Pemkot Tangsel, lanjut Benyamin, menyambut baik berbagai program MUI dan organisasi keagamaan yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, ulama, tokoh agama, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam membangun Tangsel yang tidak hanya maju dari sisi ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai agama, sosial, dan kemanusiaan.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga pembinaan, pendampingan, dan penguatan jejaring kader agar kompetensi yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kepada para peserta, Benyamin berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan menyerap ilmu dari para narasumber, memperbanyak praktik, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berpotensi muncul di lapangan.

“Tanamkan niat bahwa ilmu yang diperoleh nantinya akan menjadi amal jariyah ketika diajarkan dan diamalkan untuk membantu masyarakat,” pesannya.

Menutup sambutannya, Benyamin berharap TOT Pemulasaran Jenazah dapat melahirkan para trainer yang kompeten, amanah, santun, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Training of Trainers Pemulasaran Jenazah yang diselenggarakan MUI Kota Tangerang Selatan secara resmi dibuka oleh Yasir Arafat yang mewakili Wali Kota Tangerang Selatan.(din).

Topik terkait
Tangerang Selatan Pemkot Tangsel Benyamin Davnie MUI Tangsel Pemulasaran Jenazah TOT Pemulasaran Jenazah Fardu Kifayah Yasir Arafat Keagamaan Sosial Keagamaan