Penghujan Tak Kunjung Henti, Idul Fitri Dinanti-Nanti \'Siaga Wahai Pejabat Negeri Tugas Besar Sedang  Menanti\'

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nHARIANRAKYAT.ID, JAKARTA-Sebulan terakhir ini bencana alam, khususnya banjir tiada henti melanda sejumlah kawasan di  Jabodetabek dan wilayah lainnya.\n\n\n\nPemicunya sudah...

Penghujan Tak Kunjung Henti, Idul Fitri Dinanti-Nanti \'Siaga Wahai Pejabat Negeri Tugas Besar Sedang  Menanti\'
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Hidup, singkatnya, sebuah sebuah proses di mana manusia terus dan terus melakukan konsultasi diri untuk mengatasi setiap patahan harapan dan ruang-waktu yang telah dilalui.

\n\n\n\n

Kaitannya dengan banjir ini, refleksivitas dibutuhkan untuk menangkap fakta penyebab di balik bencana yang terus melanda negeri ini, utamanya di wilayah Jabodetabek. Ada apa?

\n\n\n\n

Apakah kita semua sudah benar? Apakah pejabat kita sudah benar? Apakah masyarakat kita sudah benar? Atau, jangan-jangan ada yang salah dengan cari hidup kita ini?

\n\n\n\n

Lebaran, Duka Atau Kemenangan?

\n\n\n\n

Satu yang paling ditakutkan di momen hari-hari ini yakni jangan sampai Lebaran yang penuh pasrah dan aktualisasi meraih kemenangan setelah bertempur sepanjang 30 hari penuh (bagi umat Islam) untuk melaksanakan ibadah puasa (menahan diri).

\n\n\n\n

Seyogyanya sebuah kemenangan, ia mestinya dirayakan (baca: syariat Islam). Dalam Islam, menyarakan Hari Raya Idul Fitri adalah sebuah bentuk pengagungan terhadap Allah SWT atas rezeki dan karunia yang telah diberikan kepada hambanya.

\n\n\n\n

Idul Fitri adalah simbol kemenangan bagi umat Islam dalam membersihkan diri dari noda kehidupan. Ia seperti terlahir kembali dari wujudnya yang penuh najis dan hina karena berlumuran dosa.

\n\n\n\n

Momen ini harus menjadi titik awal bagi sebuah spirit baru mengawali kehidupan yang baru. Karena ia merupakan sebuah titik permulaan, maka untuk memulainya perlu persiapan, baik mental maupun fisik.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: