Peserta Tangsel Open Archery Datang dari Singapura dan Malaysia, Ketum KONI Perlu Dibuat Liga

\nTangsel Open Archery Championship diikuti 554 peserta tersebar di wilayah Jabodetabek bahkan ada yang datang dari Malaysia dan Singapura. Digelar selama empat hari, (19...

Peserta Tangsel Open Archery Datang dari Singapura dan Malaysia, Ketum KONI Perlu Dibuat Liga
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Turnamen panahan yang diadakan kali ini terbuka untuk peserta dari berbagai daerah, bahkan negara lain. Bahkan ada peserta dari Malaysia kemudian dari Singapura yang sudah mengonfirmasi namun batal hadir. Mayoritas peserta sekitar 70%—berasal dari Tangerang Selatan sendiri. Hamka menambahkan, Tangsel merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan jumlah klub panahan terbanyak dan memiliki sejumlah atlet cabang olahraga panahan yang handal.

\n\n\n\n

\"Jadi, ini emang ajang untuk peringkat juga bagi atlet Tangerang Selatan. Ini yang ketiga kali mereka bikin kejuaraan\" jelas Hamka.

\n\n\n\n

Turnamen ini, lanjut Hamka, merupakan kejuaraan panahan ketiga sekaligus terakhir yang diselenggarakan tahun ini. Dari turnamen ini, peringkat atlet akan ditentukan, termasuk penerima uang pembinaan.

\n\n\n\n

\"Panahan telah menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Tangerang Selatan di ajang multi-sport tingkat provinsi. Atlet panahan Tangsel kerap membawa pulang gelar juara umum, baik di Porprov maupun Popda,\" imbuhnya lagi.

\n\n\n\n

Hamka menyebut, panahan adalah cabang olahraga dengan jumlah atlet terbanyak di Tangsel, mencapai lebih dari 700 orang. \"Sehingga mereka tentunya secara proporsional juga mendapatkan lebih banyak jumlah uang pembinaannya kalau nggak salah sampai Rp 20 jutaan,\" tutupnya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: