Petaka, Dosa Siapa?

\nYakub F. Ismail\n\n\n\nBeberapa hari terakhir, linimasa kembali dipenuhi dengan kabar duka. Banjir besar melanda Aceh, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara.\n\n\n\nImbas dari bencana alam ini, rumah-rumah t...

Petaka, Dosa Siapa?
Bacakan Artikel
\n

Yakub F. Ismail

\n\n\n\n

Beberapa hari terakhir, linimasa kembali dipenuhi dengan kabar duka. Banjir besar melanda Aceh, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara.

\n\n\n\n

Imbas dari bencana alam ini, rumah-rumah terendam, ratusan warga mengungsi, akses jalan terputus, aliran listrik padam, sampai kelaparan terjadi di mana-mana yang membuat aksi penjarahan logistik tidak bisa dihindari lagi.

\n\n\n\n

Sebuah renungan kembali menyapa di tengah kondisi di luar kendali ini, yakni betapa rapuhnya kehidupan manusia ketika berhadapan dengan amukan alam.

\n\n\n\n

Namun, di balik setiap musibah, selalu muncul pertanyaan yang menggantung di udara: petaka yang terjadi ini, dosa siapa?

\n\n\n\n

Apakah semua ini terjadi secara kebetulan atau fenomena alamiah yang terjadi karena cuaca ekstrem yang makin sulit diprediksi?

\n\n\n\n

Ataukah jangan-jangan semua ini cermin dari ulah manusia sendiri yang telah \"memperkosa\" hingga melampaui batasnya.

\n\n\n\n

Ketika Alam Membalas

\n\n\n\n

Banjir yang mendera Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara bukanlah fenomena alam yang lahir dari ruang hampa.

\n\n\n\n

Ia bukan sekadar relasi kausalistik akibat hujan deras tanpa kompromi. Sebaliknya, bencana ini merupakan hasil dari rangkaian panjang perubahan bentang alam yang sengaja kita biarkan rusak karena mengejar nafsu dan keserakahan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: