Prof. Muladno Desak Audit Nasional Program Desa Korporasi Sapi, Nilai Vonis Joni tak Adil

\nWali Utama Saspri Nasional, Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA, menyatakan keprihatinan mendalam atas vonis lima tahun penjara yang dijatuhkan kepada Joni Sriwasono. Joni merupakan...

Prof. Muladno Desak Audit Nasional Program Desa Korporasi Sapi, Nilai Vonis Joni tak Adil
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Dari hasil evaluasi di Probolinggo, 1.000 ekor sapi yang diberikan hanya tersisa 36 ekor. Sementara di Kediri, dari 641 ekor sapi, masih bertahan 394 ekor, atau sekitar 61 persen.

\n\n\n\n

“Dari lima kelompok di Kediri, prestasi terbaik nomor dua adalah Ngudi Rejeki. Pada Mei 2024 mereka memiliki 73 ekor, dan kini sudah menjadi 81 ekor,” jelasnya.

\n\n\n\n

Menuntut Keadilan dan Audit Nasional

\n\n\n\n

Meski menuntut keadilan, Prof. Muladno menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menyeret kelompok lain ke ranah hukum.

\n\n\n\n

“Menuntut keadilan bukan berarti yang lain harus dihukum. Kami hanya ingin agar kasus ini menjadi yang pertama dan terakhir. Jangan sampai ada lagi korban berikutnya,” tuturnya.

\n\n\n\n

Sebagai akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Muladno menyatakan akan mengajukan permintaan resmi kepada Menteri Pertanian untuk melakukan audit nasional terhadap seluruh program Desa Korporasi Sapi di Indonesia.

\n\n\n\n

“Saya akan meminta Menteri Pertanian mengaudit semua program ini. Dalam laporan tahun 2022 dan 2024 tidak ada bedah program. Padahal, dari 1.000 sapi tersisa hanya 36 ekor, tapi di laporan Kementerian hal itu tidak tercantum,” ungkapnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: