Solusi Banjir di Kota Tangerang, Pengamat: Normalisasi Kali Angke Harus Konkret Jangan Cuma Wacana

\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\nArtikel :\n\n\n\nWacana normalisasi Kali Angke yang kembali mencuat usai kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke lokasi banjir di Ciledug Indah 1, Kota Tangerang, Jumat (11/07/2025), me...

Solusi Banjir di Kota Tangerang, Pengamat: Normalisasi Kali Angke Harus Konkret Jangan Cuma Wacana
Bacakan Artikel
\n


\n\n\n\n

Wacana normalisasi Kali Angke yang kembali mencuat usai kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke lokasi banjir di Ciledug Indah 1, Kota Tangerang, Jumat (11/07/2025), menuai sorotan. Pasalnya, upaya itu dinilai tak akan berhasil bila hanya dilakukan di satu wilayah saja tanpa pendekatan menyeluruh yang melibatkan lintas kota hingga ke hulu sungai.

\n\n\n\n

Hal tersebut disampaikan oleh Rino Wicaksono, pengamat tata kelola sekaligus Dosen Arsitektur di Institut Teknologi Indonesia (ITI) yang fokus pada bidang Perancangan Arsitektur, Permukiman, dan Perkotaan. Menurutnya, banjir tahunan di Ciledug bukan sekadar akibat hujan lokal, melainkan juga limpasan air dari wilayah hulu yang tidak tertangani secara terintegrasi.

\n\n\n\n

“Kalau normalisasi Kali Angke hanya dilakukan di Kota Tangerang, tidak akan berhasil. Solusi yang benar adalah mengelola dari hulu hingga ke hilir, mulai dari sumber mata air, menata kawasan bantaran, sampai ke sistem drainase dan pintu air di sepanjang jalur sungai,” tegas Rino, saat dihubungi, Senin (14/07/2025).

\n\n\n\n

Kerja Sama Lintas Wilayah dan Stakeholder Mutlak Diperlukan

\n\n\n\n

Menurut Rino, sistem pengelolaan banjir saat ini masih belum terkoordinasi dengan baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota/kabupaten. Padahal, banjir tidak mengenal batas administratif.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: