Portal Berita Terpercaya - harianrakyat.id
https://mail.harianrakyat.id/uin-jakarta-dorong-humaniora-digital-untuk-pendidikan-dan-pembangunan-berkelanjutan
Rilis: Rabu, 09 September 2026

UIN Jakarta Dorong Humaniora Digital untuk Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan

Konferensi menekankan pentingnya pemanfaatan AI dan teknologi digital secara kritis, kreatif, etis, dan bertanggung jawab, khususnya untuk mendukung pendidikan bermutu (SDGs 4), pelestarian budaya, riset, serta kolaborasi akademik global.

UIN Jakarta Dorong Humaniora Digital untuk Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan
Bacakan Artikel

HARIANRAKYAT.ID, JAKARTAUIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan pentingnya pengembangan digital humanities sebagai ruang pertemuan antara kemajuan teknologi, nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, dan keberlanjutan. Gagasan tersebut mengemuka dalam The 2nd International Conference on Digital Humanities (ICoDH) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (19/9/2026).

Mewakili Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi konferensi internasional tersebut. Konferensi tahun ini mengangkat tema “Digital Humanities & SDGs: Innovation, Challenge and Future.”

Dalam sambutannya, Tholabi menilai tema tersebut relevan dengan perubahan besar yang tengah berlangsung dalam dunia akademik dan intelektual. Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) telah mengubah cara manusia membaca, menulis, melakukan penelitian, melestarikan pengetahuan, memahami kebudayaan, hingga berkomunikasi lintas negara.

“Perkembangan ini menghadirkan peluang luar biasa bagi ilmu-ilmu humaniora. Pada saat yang sama, kita perlu mengajukan pertanyaan mendasar: bagaimana teknologi dapat melayani kemanusiaan, bagaimana inovasi dapat memperkuat kreativitas manusia dan identitas budaya, serta bagaimana transformasi digital dapat berkontribusi pada masa depan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, masa depan teknologi tidak dapat dipisahkan dari masa depan manusia. Karena itu, ilmu humaniora memiliki posisi strategis dalam memberikan refleksi etis, kepekaan budaya, kesadaran sejarah, dan perspektif kritis agar perkembangan teknologi tetap memiliki makna dan berlangsung secara bertanggung jawab.

Perspektif tersebut menjadi semakin penting dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai pendidikan bermutu (Quality Education).

Tholabi menegaskan, pendidikan bermutu pada era digital tidak berhenti pada persoalan ketersediaan dan akses terhadap teknologi. Lebih jauh, pendidikan harus membentuk kemampuan untuk menggunakan teknologi secara kritis, kreatif, etis, dan bertanggung jawab.

“Teknologi perlu ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kualitas pendidikan dan kehidupan manusia. Di sinilah humaniora memiliki peran penting dalam memastikan bahwa transformasi digital tetap berpijak pada nilai, kebudayaan, dan kepentingan kemanusiaan,” katanya.

Lintas Disiplin

ICoDH 2026 diharapkan menjadi ruang bagi akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk mengembangkan kolaborasi lintas disiplin dan lintas budaya.

Sejumlah bidang yang menjadi perhatian antara lain pendekatan digital terhadap sastra Arab dan Inggris, pelestarian digital warisan sejarah Islam, teknologi penerjemahan, kajian sastra komputasional, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial bagi masa depan layanan perpustakaan dan informasi.

Menurut Tholabi, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa humaniora tidak berada di luar arus transformasi teknologi. Sebaliknya, humaniora dapat menjadi salah satu kekuatan intelektual yang membantu mengarahkan teknologi agar berkembang sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Konferensi juga diharapkan menghasilkan gagasan yang melampaui ruang diskusi akademik. Pengetahuan yang lahir dari forum internasional tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan kehidupan masyarakat.

“Harapannya, konferensi ini menjadi ruang perjumpaan ketika teknologi bertemu dengan kemanusiaan, inovasi bertemu dengan kebijaksanaan, dan pengetahuan menjadi kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Tholabi, yang juga anggota Dewan Pendidikan Tinggi RI..

Komitmen Global

Sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik internasional. Pengembangan digital humanities menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi ilmu-ilmu humaniora dalam percakapan global mengenai teknologi, pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan berkelanjutan.

Penyelenggaraan ICoDH 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi digital membuka ruang baru bagi perguruan tinggi Islam untuk mempertemukan kekayaan tradisi keilmuan dengan perkembangan teknologi mutakhir.

Konferensi internasional ini diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring akademik antarnegara, tetapi juga melahirkan kerja sama dan inovasi yang dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dengan dibukanya secara resmi ICoDH 2026, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora sebagai kekuatan yang berjalan bersama dalam menjawab tantangan masa depan. (*).