Guru Besar UIN Jakarta Serukan Jaga Etika di Era Kecerdasan Buatan

\nJakarta, — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif telah membawa revolusi besar dalam dunia pendidikan. Namun di balik kemudahannya, muncul tantangan serius terkait m...

Guru Besar UIN Jakarta Serukan Jaga Etika di Era Kecerdasan Buatan
Bacakan Artikel
\n

Jakarta, — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif telah membawa revolusi besar dalam dunia pendidikan. Namun di balik kemudahannya, muncul tantangan serius terkait moralitas dan integritas akademik.

\n\n\n\n

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie, menilai bahwa dunia pendidikan tengah menghadapi krisis moral yang tidak bisa dianggap sepele (8/7/2023).

\n\n\n\n

“Ilmu yang diperoleh tanpa akhlak hanya akan melahirkan kegilaan,” ujar Tholabi mengutip Imam al-Ghazali. “Dan kini, kita menghadapi paradoks: ilmu yang diperoleh lewat jalan pintas, tanpa proses intelektual yang sah,\" sambungnya.

\n\n\n\n

Tholabi, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta, mengungkapkan bahwa hasil Survei Persepsi Integritas (SPI) KPK tahun 2024 menunjukkan 43 persen responden menyatakan plagiarisme masih marak di kampus. Hal ini menjadi indikator lemahnya etika akademik di era digital yang semakin canggih.

\n\n\n\n

Dalam pandangannya, melarang total penggunaan AI adalah sikap yang naif, namun membebaskannya tanpa kontrol justru lebih berbahaya. \"Islam mengajarkan jalan tengah, wasathiyyah,\" tegas Tholabi.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: