Tutup Rakernas XVII Apkasi 2026, Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Paradigma Ekonomi Kerakyatan dan Investasi Manusia sebagai Kunci Indonesia Emas

\nMenteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Tahun 2026 di K...

Tutup Rakernas XVII Apkasi 2026, Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Paradigma Ekonomi Kerakyatan dan Investasi Manusia sebagai Kunci Indonesia Emas
Bacakan Artikel
\n

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Tahun 2026 di Kota Batam, Selasa (20/1/2026).

\n\n\n\n

Di hadapan ratusan Bupati yang telah berkumpul sejak 18 Januari lalu, Mendagri menegaskan bahwa kunci utama membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi nomor 4 atau 5 dunia pada 2045 bukan terletak pada eksploitasi komoditas, melainkan pada keberanian kepala daerah melakukan investasi besar-besaran pada modal manusia (human capital).

\n\n\n\n

Dalam pidato penutupnya, Mendagri secara tajam membedah fenomena \"Paradoks Indonesia\"—sebuah kondisi kontradiktif di mana wilayah dengan limpahan sumber daya alam justru sering terjebak dalam angka kemiskinan yang tinggi. Ia mengingatkan para Bupati agar tidak terbuai dengan kekayaan yang ada di bawah tanah, melainkan harus fokus pada kualitas manusia yang berdiri di atasnya.

\n\n\n\n

\"Sejarah membuktikan negara tanpa sumber daya alam seperti Singapura atau Jepang bisa maju karena human capital-nya. Kita jangan hanya bangga dengan natural resources. Indonesia diprediksi menjadi kekuatan ekonomi dunia, namun syarat mutlaknya adalah rakyat kita harus naik kelas menjadi kelas menengah dengan pendapatan per kapita yang tinggi,\" ujar Tito Karnavian dengan nada tegas.

\n\n\n\n

Mendagri juga menekankan pentingnya intervensi negara melalui sistem ekonomi sosialis-kerakyatan sesuai mandat Pasal 33 UUD 1945. Ia menyoroti program strategis seperti \"Sekolah Rakyat\" dan pemberian makan bergizi sebagai langkah konkret pemerintah pusat untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Mendagri menceritakan pengalamannya saat melihat anak-anak di pelosok Papua yang mengalami malnutrisi sebagai pengingat bagi para kepala daerah.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: