MUI Tangsel Rawat Nilai Seni dan Budaya Jadi Media Dakwah

\nMajelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan menggelar \"Konsolidasi Elemen Seni dan Budaya Islam se Kota Tangsel\" di Gedung Kelembagaan, Jalan Siliwangi No. 2,...

MUI Tangsel Rawat Nilai Seni dan Budaya Jadi Media Dakwah
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Sementara itu, diskusi dipandu KH Usman selaku moderator. Ia menekankan bahwa seni memiliki kemandirian. Ada atau tidaknya dukungan anggaran pemerintah, seni akan tetap hidup di tengah masyarakat. Namun, jika pemerintah hadir menopang, maka geliat seni Islam akan tumbuh lebih kuat dan terarah.

\n\n\n\n

Kasi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Sugeng, menjelaskan bahwa kebudayaan kini bersanding langsung dengan dunia pendidikan, setelah sebelumnya berada di bawah dinas pariwisata. Ia menyebutkan, bidang kebudayaan di Tangsel dibagi ke dalam tiga fokus utama, yakni sejarah, adat/cara, dan kesenian.

\n\n\n\n

Pada aspek sejarah, Pemkot Tangsel mendorong penulisan buku-buku sejarah lokal serta perawatan cagar budaya. Saat ini, dua situs telah ditetapkan sebagai cagar budaya, yakni Kramat Tajug dan Makam Pahlawan Lengkong. Selain itu, Tugu Proklamasi Serpong tengah dalam proses penetapan sebagai cagar budaya karena merupakan peninggalan penting warga Serpong yang harus dirawat bersama.

\n\n\n\n

Sementara di bidang kesenian, program diarahkan pada pembinaan anak-anak dan remaja melalui kegiatan budaya, paduan suara, hingga pelatihan hadroh. Bahkan, dinas pernah menggelar pelatihan hadroh sekaligus memberikan bantuan alat hadroh kepada masyarakat.

\n\n\n\n

“Kami berharap ada kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dan MUI agar seni Islam semakin masuk dan berkembang di Tangsel,” ujar Sugeng.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: