MUI Tangsel Rawat Nilai Seni dan Budaya Jadi Media Dakwah

\nMajelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan menggelar \"Konsolidasi Elemen Seni dan Budaya Islam se Kota Tangsel\" di Gedung Kelembagaan, Jalan Siliwangi No. 2,...

MUI Tangsel Rawat Nilai Seni dan Budaya Jadi Media Dakwah
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkot Tangsel tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Seni, yang ditargetkan rampung pada 2026. Ke depan, kesenian hadroh akan didata di setiap kecamatan sebagai bagian dari penguatan ekosistem seni Islam.

\n\n\n\n

“Tangsel sudah memiliki payung hukum seni. Ini bukti kepedulian pemerintah cukup besar. Seni bisa menghadirkan ketenangan, dari kegundahan menjadi kebahagiaan,” katanya.

\n\n\n\n

Sementara itu, Direktur Historia Tangsel, Agam Pamungkas, mengangkat tema seni dan budaya sebagai media dakwah. Ia menegaskan bahwa unsur seni adalah bagian dari ciptaan Allah SWT.

\n\n\n\n

“Allah menciptakan alam semesta dengan keindahan dan variasi warna. Manusia sejatinya hanya mengadopsi mahakarya Allah,” ujarnya.

\n\n\n\n

Agam mencontohkan keberagaman warna di bumi, berbeda dengan bulan yang tampak tanpa warna, serta matahari yang memancarkan nuansa jingga dan kuning. Dalam tradisi Islam, seni juga hadir dalam musik dan spiritualitas, seperti karya Duror Nafasala yang diciptakan Isa al-Mausili, serta sistem notasi yang dinisbatkan kepada Nabi Daud AS. Dalam tradisi sufi, musik menjadi mediator yang mudah masuk ke dalam sukma dan mengantarkan pada penghayatan hakikat.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: