\"Salah Bicara, Negara Terbakar”

\nOleh: Yuga Pratama, S.Kom., M.M., CHT.(Pengamat Sosial dan Ekonomi)Dosen Universitas Pamulang , Fakultas Ekonomi dan Bisnis\n\n\n\nLidah Pejabat menjadi Luka Rakyat Beberapa waktu terakhir, rakyat dibuat...

\"Salah Bicara, Negara Terbakar”
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Seharusnya, para pejabat bisa menggunakan prinsip sederhana dalam berbicara kepada rakyat. Konsep SOCIAL (Story, Observation, Connection, Insight, Agenda, Lo-fane/Impact) bisa menjadi panduan.

\n\n\n\n
    \n
  • Story : Awali dengan kisah nyata rakyat, misalnya pedagang kecil yang kesulitan menghidupi keluarga.
  • \n\n\n\n
  • Observation : Sampaikan pengamatan jujur, bahwa ada jurang besar antara kenyamanan DPR dan penderitaan rakyat.
  • \n\n\n\n
  • Connection : Tautkan dengan pertanyaan reflektif, seperti “Apakah pantas kita menambah kenyamanan diri ketika rakyat masih lapar”
  • \n\n\n\n
  • Insight : Sajikan wawasan, bahwa komunikasi empatik terbukti mampu meredam konflik sosial.
  • \n\n\n\n
  • Agenda : Tegaskan komitmen DPR untuk mendahulukan kepentingan rakyat.
  • \n\n\n\n
  • Lo-fane/Impact: Tutup dengan dampak positif, bahwa kata-kata yang menyejukkan bisa menjaga kepercayaan dan persatuan bangsa.
  • \n
\n\n\n\n

Saya contohkan
S – Story / Situasi
Kata yang sering di uncapkan: “Kami butuh tunjangan tambahan untuk menunjang kinerja.”
Seharusnya:
Kami tahu banyak rakyat yang sedang berjuang keras menghadapi harga kebutuhan pokok yang naik. Saya sering bertemu pedagang kecil, buruh, dan ojek daring yang mengisahkan betapa sulitnya menjaga dapur tetap mengepul setiap hari. Kisah-kisah itu mengingatkan kami bahwa tugas utama DPR adalah memperjuangkan rakyat, bukan sekadar fasilitas.

\n\n\n\n

O – Observation / Pengamatan
Kata yang sering di uncapkan : “Tunjangan ini wajar, karena tugas kami berat.”
Seharusnya:
Kami menyadari ada jarak besar antara kehidupan rakyat sehari-hari dengan kenyamanan yang kami rasakan di parlemen. Ketika rakyat berdesakan mencari nafkah, kami harus lebih banyak mendengar, bukan menuntut. Perbedaan inilah yang perlu kami jembatani dengan kerja nyata, bukan sekadar tambahan fasilitas.

\n\n\n\n

C – Connection / Koneksi
Kata yang sering di uncapkan : “Kalau tidak dinaikkan, kerja kami tidak maksimal.”
Seharusnya:
Pertanyaan yang layak kita renungkan bersama: bagaimana mungkin kami bicara soal kesejahteraan jika rakyat sendiri belum sejahtera? Bukankah seharusnya kami lebih dulu memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi sebelum membicarakan kenyamanan kami sendiri.

\n\n\n\n

I – Insight / Wawasan
Kata yang sering di uncapkan : “Ini sudah sesuai aturan.”
Seharusnya:
Kami belajar dari banyak penelitian bahwa kepercayaan rakyat kepada lembaga negara dibangun bukan hanya dari kebijakan, tetapi dari kepekaan dan empati. Itulah sebabnya, setiap keputusan harus dipertimbangkan bukan hanya secara hukum, tapi juga secara moral dan sosial.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: