\"Salah Bicara, Negara Terbakar”

\nOleh: Yuga Pratama, S.Kom., M.M., CHT.(Pengamat Sosial dan Ekonomi)Dosen Universitas Pamulang , Fakultas Ekonomi dan Bisnis\n\n\n\nLidah Pejabat menjadi Luka Rakyat Beberapa waktu terakhir, rakyat dibuat...

\"Salah Bicara, Negara Terbakar”
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

A – Agenda / Tujuan
Kata yang sering di uncapkan : “Kami akan tetap memperjuangkan kenaikan ini.”
Seharusnya:
Agenda kami jelas: bekerja keras menekan harga kebutuhan, memperluas lapangan kerja, dan menjaga agar anggaran negara benar-benar berpihak kepada rakyat. Kalau ada tambahan fasilitas, itu harus transparan, proporsional, dan disertai komitmen nyata untuk meningkatkan kinerja demi rakyat.

\n\n\n\n

L – Lo-fane / Impact (Dampak)
Kata yang sering di uncapkan : “Tunjangan ini kecil dibanding negara lain.”
Seharusnya:
Kami percaya, jika komunikasi dan kebijakan kami tepat, dampaknya bukan hanya kepercayaan rakyat yang terjaga, tapi juga energi positif untuk membangun negeri bersama. Sebaliknya, jika kami salah bicara, dampaknya bisa fatal: kepercayaan runtuh, persatuan terganggu. Karena itu, kami memilih kata-kata yang menenangkan, bukan menyakiti.

\n\n\n\n

Dengan konsep bicara seperti ini, ucapan pejabat tidak hanya menghindari kemarahan, tetapi juga membangun kepercayaan.

\n\n\n\n

Kata-Kata yang Seharusnya
Bayangkan jika yang di uncapkan adalah kalimat seperti ini :
Kami tahu rakyat sedang berjuang menghadapi harga kebutuhan pokok yang naik. Karena itu, setiap kebijakan, termasuk soal fasilitas DPR, harus dikaji dengan hati-hati agar tidak melukai kepercayaan rakyat. Tugas kami adalah memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sekadar kenyamanan pribadi.
Kalimat sederhana itu lebih menenangkan, sekaligus menunjukkan empati dan tanggung jawab moral.

\n\n\n\n

Semoga kedepan tidak terulang kejadian ini, Bangsa ini sedang menghadapi tantangan besar. Di tengah tekanan ekonomi dan gejolak sosial, komunikasi publik pejabat seharusnya menjadi obat, bukan racun. Salah bicara bisa menyalakan api protes, tapi kata-kata bijak bisa menjadi air yang memadamkan bara.
Karena itu, mari kita belajar untuk menjaga lidah sama pentingnya dengan menjaga kebijakan. Sebab, salah bicara, negara bisa terbakar.

Pilih Halaman: